Breaking News
Jumat, 1 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kabar Israel

Khaled Mashal Pemimpin Hamas Dijuluki Martir yang Hidup Sebut Tak Akan Pernah Menyerah Satu Inci pun

Ketegangan Israel dan Palestina menjadi perhatian dunia. Hingga sosok Khaled Mashal jadi sorotan karena perang Hamas dan Israel makan memanas.

Tayang:
Editor: Glendi Manengal
Wikimedia
Khaled Mashal pemimpin Hamas, sebuah organisasi paramiliter Islam di Palestina dan partai politik (Wikimedia) 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Ketegangan Israel dan Palestina menjadi perhatian dunia.

Hingga sosok Khaled Mashal jadi sorotan karena perang Hamas dan Israel makan memanas.

Ternyata Khaled Mashal juga adala pemimpin Hamas Palestina.

Baca juga: Promo Alfamart Hari Senin 17 Mei 2021, Ada Potongan Harga Detergen, Cek Katalognya di Sini!

Baca juga: Bergantung pada Amerika Serikat, Sebabkan Negara-negara Arab Tak Bantu Palestina Melawan Israel

Baca juga: 75 Pegawai KPK Nonaktif Bingung, Ali Fkri: 1.586 Pegawai KPK Berintegritas Sepakat Berantas Korupsi

Foto : Kisah Pasukan Sniper Hamas Bikin Israel Gemetar, Kepala Korban Bisa Hilang Separuh Akibat Tembakan. (istimewa)

Khaled Mashal merupakan pemimpin politik Palestina yang juga menjadi pimpinan organisasi paramiliter Islam, Hamas.

Khaled Mashal lahir di Silwad, Tepi Barat, 28 Mei 1956.

Saat usia 11 tahun, Khaled Mashal dan keluarganya melarikan diri ketika Israel merebut Tepi Barat dari Palestina pada tahun 1967.

Mereka menetap di Kuwait, tempat ayah Meshaal telah tinggal dan bekerja sebagai buruh tani dan pengkhotbah sejak akhir 1950-an.

Mashal tumbuh sebagai sosok yang taat agama, ia tertarik pada aktivisme politik Islam dan bergabung dengan Ikhwanul Muslimin cabang Palestina di Kuwait pada usia 15.

Mashal mendaftar di Universitas Kuwait pada tahun 1974, mempelajari fisika dan berpartisipasi dalam aktivisme Palestina.

Mashal dan rekan-rekan Islamisnya bentrok dengan sekulerfaksi nasionalis yang mendominasi Persatuan Mahasiswa Palestina di universitas, dan mereka akhirnya memisahkan diri untuk membentuk perkumpulan mahasiswa mereka sendiri.

Setelah lulus, Mashal tetap di Kuwait, di mana dia mengajar fisika dan tetap aktif dalam gerakan Islam Palestina.

Pada tahun 1984 dia berhenti mengajar untuk mencurahkan lebih banyak waktu untuk pekerjaan politiknya, yang terdiri dari pengorganisasian dan penggalangan dana untuk membangun jaringan layanan sosial Islam di Jalur Gaza dan Tepi Barat, dan untuk mengembangkan kemampuan militer Islamis Palestina, yang pada saat itu tertinggal jauh dari organisasi gerilyawan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), seperti Fatah.

Menyusul pecahnya pemberontakan Palestina yang dikenal sebagai intifadah pertama pada tahun 1987, organisasi tersebut secara terbuka memproklamasikan keberadaannya dengan nama Hamas.

Sumber: TribunnewsWiki
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved