Kabar Israel
Israel Bakal Hancurkan Hamas, Gedung Al-Jala Target Militer yang Sah dan Ingatkan Warga Sipil Keluar
Dalam ledakan serangan udara pada Minggu pagi, Israel menargetkan rumah Yehya Al-Sinwar, pemimpin Hamas di Jalur Gaza.
Serangan udara Hamas dan Israel
AP mengutuk serangan itu, dan meminta Israel untuk mengajukan bukti. "Kami tidak memiliki indikasi Hamas berada di dalam gedung atau aktif di gedung tersebut," kata organisasi berita itu dalam sebuah pernyataan.
Pada Sabtu malam, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengatakan Israel “masih di tengah-tengah operasi ini, masih belum berakhir dan operasi ini akan berlanjut selama diperlukan”.
Dalam ledakan serangan udara pada Minggu pagi, Israel menargetkan rumah Yehya Al-Sinwar, pemimpin Hamas di Jalur Gaza.
Utusan dari Amerika Serikat, Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Mesir sedang bekerja untuk memulihkan ketenangan tetapi belum menunjukkan tanda-tanda kemajuan.
Dewan keamanan PBB dijadwalkan bertemu pada Minggu malam untuk membahas wabah terburuk kekerasan Israel-Palestina dalam beberapa tahun.
Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres, mengingatkan "semua pihak bahwa setiap penargetan sipil dan struktur media secara sembarangan melanggar hukum internasional dan harus dihindari dengan segala cara," kata juru bicara PBB Stephane Dujarric dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu.
Hamas memulai serangan roketnya pada hari Senin setelah berminggu-minggu ketegangan atas kasus pengadilan untuk mengusir beberapa keluarga Palestina di Yerusalem Timur, dan sebagai pembalasan atas bentrokan polisi Israel dengan warga Palestina di dekat masjid kota al-Aqsa, situs tersuci ketiga umat Islam, selama masa suci umat Islam.
Hamas dan Israel Disebut Punya Kepentingan Sendiri, Manfaatkan Kepemimpinan Palestina yang Melemah
Konflik antara Israel dan Hamas disebut memiliki kepentingan tersendiri dalam bentrokan yang terjadi.
Peluncuran ribuan roket oleh Hammas sejak Senin (10/5/2021) disebut bertujuan menjadi standar de facto perjuangan Palestina, memanfaatkan kepemimpinan Otoritas Palestina yang melemah.
Israel menyerang Palestina untuk memanfaatkan momen guna melenyapkan semua pengaruh Hamas di Gaza dengan menyerang infrastruktur yang ada.
Dilansir Kompas.com, konflik Israel-Palestina terbaru diketahui bermula ketika Masjid Al Aqsa diserang jelang akhir Ramadan oleh Israel.
Tak berselang lama, Hamas langsung menembakkan roket ke Israel yang dibalas pemboman tanpa henti di Jalur Gaza.
Keduanya disebut memiliki tujuan khusus atas konflik yang terjadi.