Peristiwa Gerhana
11 Hari Lagi Gerhana Bulan, Tahun 2021 Secara Kajian Akan ada 4 Kali
Ismail menyebutkan, secara kajian ilmu falak, pada tahun ini akan terjadi empat kali gerhana.
Sehingga matahari terlihat bercahaya pada lingkaran pinggir saja yang berbentuk mirip cincin dan pada posisi tengah matahari berwarna hitam.
Keempat, gerhana hibrida, dimana saat puncak gerhana terjadi, di satu daerah terlihat gerhana matahari total dan di daerah lain terlihat berbentuk gerhana cincin.
Gerhana jenis terakhir ini tergolong peristiwa gerhana yang relatif jarang terjadi atau langka.
Gerhana bulan dikenal ada tiga macam jenisnya :
Pertama, gerhana bulan total, dimana saat puncak gerhana seluruh piringan bulan memasuki bayangan umbra (inti) bumi, sehingga bulan terlihat saat itu berwarna hitam kemerah-merahan.
Kedua, gerhana bulan sebagian (parsial), dimana saat puncak gerhana terjadi, permukaan bulan hanya sebagian memasuki dalam bayang inti bumi (bayang umbra).
Ketiga, gerhana bulan penumbra, dimana bulan hanya memasuki dalam kerucut bayang luar bumi saja (bukan bayang inti Bumi), tidak sampai kedalam bayang inti (bayang umbra).
Pada saat gerhana ini terjadi, secara kasat mata, bulan hanya terlihat redup, tidak memancarkan sinar yang kuat seperti pada saat purnama-purnama lainnya.
Untuk mengetahui proses terjadinya gerhana penumbra,harus menggunakan teleskop.
Berikut rincian gerhana yang terjadi sejak tahun 2017-2021 :
Tahun 2017 terjadi gerhana sebanyak empat kali. Dua kali gerhana matahari dan dua kali gerhana bulan. Yakni,
1. Gerhana Matahari Cincin , terjadi 26 Februari 2017 pukul 21.53.36 Wib.
2. Gerhana Matahari Total, terjadi pada 22 Agustus 2017 pukul 01.26.01 Wib.
3. Gerhana Bulan Penumbra, terjadi pada 11 Februari 2017 pukul 05.35.58 Wib.