Tips Sehat
Tak Banyak yang Tahu, 10 Dampak Buruk Konsumsi Daging Berlebihan
Mengonsumi daging berlebihan dapat menyebabkan efek samping tidak menyenangkan.
Meskipun protein sangat penting untuk kesehatan, termasuk pembentukan dan perbaikan otot, orang cenderung berpikir bahwa mereka membutuhkan lebih dari yang sebenarnya dibutuhkan.
Standar angka kecukupan protein pada umumnya adalah 62-66 gram per hari untuk laki-laki dan 56-59 gram per hari untuk wanita.
Lebih dari itu, tubuh Anda akan menggunakan lebih banyak cairan untuk membuang kelebihan nitrogen, menurut penelitian.
Jika Anda tidak minum cukup air sebagai kompensasi, Anda mungkin akan merasa pingsan, pusing, atau tidak menyenangkan.
5. Menghalangi upaya penurunan berat badan
Jika Anda mencoba menurunkan berat badan, terlalu banyak makan daging dapat memperlambat kemajuan Anda.
Benar bahwa diet tinggi protein dapat membantu tujuan penurunan berat badan dengan membantu Anda tetap kenyang lebih lama setelah makan, dan memberikan sedikit keuntungan pada pembakaran kalori karena thermogenesis.
Tetapi, jika itu termasuk protein hewani, penting untuk diketahui bahwa jenis daging tertentu bisa sangat padat kalori.
Artinya daging mengandung lebih banyak kalori per gigitan daripada makanan lain, seperti sayuran.
Beberapa makanan dengan kalori paling banyak, termasuk potongan daging yang lebih berlemak dan produk olahan, seperti hamburger restoran, bacon, ham, dan sosis.
Jadi jika Anda mencoba menurunkan berat badan, pilihlah potongan daging sapi dan unggas tanpa lemak, atau ikan, yang semuanya cenderung memiliki lebih sedikit kalori per porsi.
6. Dapat meningkatkan risiko penyakit kanker tertentu dan penyakit kardiovaskular
Penelitian secara konsisten mengaitkan konsumsi daging merah dan olahan yang lebih tinggi dengan peningkatan risiko kanker tertentu, serta penyakit kardiovaskular.
Daging olahan seperti ham, bacon, sosis, dan hot dog patut disalahkan karena kebanyakan diolah dengan bahan pengawet kimiawi yang disebut nitrat.
Bahan kimia ini diketahui terkait dengan risiko lebih tinggi terkena kanker usus besar, ginjal, dan perut.