Breaking News:

Khazanah Islam

Sahkah Nikah di Bawah Tangan atau Nikah Siri? Ini Fatwa MUI

Maksudnya, nikah tanpa adanya suatu pencatatan pada instansi yang telah ditentukan oleh peraturan perundang- undangan.

SHUTTERSTOCK
Ilustrasi nikah. Simak penjelasan MUI perihal nikah siri atau nikah di bawah tangah 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Sebagian masyarakat tentu berkeinginan nikah resmi atau pernikahannya tercatat di intansi yang telah ditentukan oleh peraturan perundang-undangan.

Namun tak sedikit juga pasangan suami istri memilih nikah di bawah tangan atau nikah siri. Beragam alasan menjadi penyebab.  

Nikah diri atau nikah di bawah tangan dimaksud adalah nikah tanpa adanya suatu pencatatan pada instansi yang telah ditentukan oleh peraturan perundang- undangan.

Pertanyaan sebagian orang, sahkah nikah di bawah tangan atau nikah siri? 

Berikut Fatwa Majelis Ulama Indonesia atau MUI tentang nikah di bawah tangan atau nikah siri.

Fatwa MUI Nomor 10 Tahun 2008 tentang Nikah di Bawah Tangah

Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia setelah:

MENIMBANG :

a. bahwa di tengah masyarakat sering ditemui adanya prkatek pernikahan di bawah tangan, yang tidak dicatatkan sesuai  ketentuan peraturan perundang-undangan, yang tidak jarang menimbulkan dampak negatif (madlarrah) terhadap istri dan atau anak yang dilahirkannya;

b. bahwa Ijtima’ Ulama Komisi Fatwa se-Indonesia pada tanggal, 28 Rabi’ul Tsani 1427 H / 26 Mei 2006 M telah menfatwakan tentang hukum Nikah Di Bawah Tangan;

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved