Khazanah Islam

Sahkah Nikah di Bawah Tangan atau Nikah Siri? Ini Fatwa MUI

Maksudnya, nikah tanpa adanya suatu pencatatan pada instansi yang telah ditentukan oleh peraturan perundang- undangan.

SHUTTERSTOCK
Ilustrasi nikah. Simak penjelasan MUI perihal nikah siri atau nikah di bawah tangah 

2. Firman Allah SWT dalam QS. Al-Nisa’ [4]: 59

“Hai orang-orang yang beriman, ta’atilah Allah dan ta’atilah Rasul (Nya), dan ulil
amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur’an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benarbenar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. QS. AlNisa’ [4]: 59

3. Hadits Nabi SAW:
“Diwajibkan atas kalian untuk mendengarkan dan taat (kepada pemimpin) sekalipun kalian dipimpin oleh seorang budak dari habasyah”

4. Hadis Nabi SAW:
“Wanita itu (boleh) dinikahi karena empat hal:(1) karena hartanya (2) karena (asal-usul) keturunannya (3) karena kecantikannya  4) karena agamanya.

Maka hendaklah kamu berpegang teguh (dengan perempuan) yang memeluk agama Islam; (jika tidak), akan binasalah kedua tanganmu (hadis riwayat muttafaq alaih dari Abi Hurairah r.a.).

5. Hadis Nabi saw yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dalam Shahīh al-Bukhārī, (Beirut: Dār Ibn Katsir, 1407 - 1987), cetakan
ketiga, juz 5, hal. 1979, hadis nomor 4858:

“Laksanakanlah walimah (atas pernikahan) sekalipun hanya dengan menyembelih kambing” (HR. Al-Bukhari)

6. Hadis nabi saw sebagaimana dalam Ibn Hajar al-’Asqalānī, Fath al-Bārī, (Beirut: Dār al-Ma’rifah, 1379), juz 9, hal. 226.

“Umumkanlah pernikahan, lakukanlah pernikahan di masjid dan pukullah duff (sejenis alat musik pukul)”. (HR. Al-Hakim, Ahmad, dan al-Turmudzī).

7. Hadits Nabi SAW:
“Tidak boleh ada bahaya dan saling membahayakan”

8. Qa’idah Fiqh:
Mencegah kemafsadatan lebih didahulukan (diutamakan) dari pada menarik kemaslahatan, dan qa’idah Sadd alDzari’ah.

MEMPERHATIKAN :

1. Pendapat Imam Nawawi al-Bantani yang menyatakan bahwa:

2. Ketentuan Pasal 2 UU Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, serta Pasal 100 Kompilasi Hukum Islam (KHI). Dengan  bertawakkal kepada Allah SWT,

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved