Renungan Alkitab
Israel Bangsa Pilihan dan Kesayangan Tuhan, Janji Pemulihan akan Digenapi
Israel memainkan peran yang sangat besar terhadap sejarah dan nubuatan kedatangan Yesus Kristus.
Ayat ini menunjukkan keadilan Allah atas semua bangsa.
Tuhan melanjutkan, “Satu hukum saja akan berlaku untuk orang asli dan untuk orang asing yang menetap di tengah-tengah kamu.” (ayat 49) Dia juga menegaskan supaya jangan memperlakukan orang asing atau menindasnya karena bangsa Israel pun sebelumnya adalah orang asing di tanah Mesir (Keluaran 22: 21).
Selain itu, orang-orang non Yahudi pun tetap diperhitungkan Allah setelah peristiwa Hari Pentakosta. Awalnya, pengikut Yesus yang mendirikan gereja mula-mula adalah Yahudi (Kisah Para Rasul 2: 5).
Tapi kisah pencurahan Roh Kudus membuka akses bagi orang-orang non Yahudi untuk memperoleh janji kekal Allah.
“Karena itu ingatlah, bahwa dahulu kamu--sebagai orang-orang bukan Yahudi menurut daging, yang disebut orang-orang tak bersunat oleh mereka yang menamakan dirinya "sunat", yaitu sunat lahiriah yang dikerjakan oleh tangan manusia, bahwa waktu itu kamu tanpa Kristus, tidak termasuk kewargaan Israel dan tidak mendapat bagian dalam ketentuan-ketentuan yang dijanjikan, tanpa pengharapan dan tanpa Allah di dalam dunia. Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu "jauh", sudah menjadi "dekat" oleh darah Kristus.” (Efesus 2: 11-13)
Petrus dan jemaat gereja mula-mula mulai memahami bahwa Allah juga memanggil orang-orang non Yahudi setelah pencurahan Roh Kudus yang terjadi secara ajaib kepada seorang bernama Kornelius dan keluarganya.
Saat Yesus datang kembali ke dunia dan membangun KerajaanNya di bumi, Dia akan memulihkan Israel sebagai bangsa yang paling besar di dunia (Yesaya 11: 12 & 14: 1-2). (*)
Baca juga: PREDIKSI Laga Inter Milan vs AS Roma: 6 Tahun Kutukan Biscione Tak Bisa Jinakkan Serigala Ibukota
Baca juga: Cara Membuat Rendang Biar Empuk dan Tidak Hancur, Dijamin Anti Gagal
Baca juga: Novel Baswedan Serta 74 Pegawai KPK Lainnya Dinonaktifkan, Demokrat: Memang Mau Disingkirkan