Berita Populer
POPULER Sulut - James Arthur Kojongian Mengaku Jadi Nelayan | Warga Manado Pasang Bendera PDI
Diserang isu bertubi tubi, Politisi Golkar James Arthur Kojongian (JAK) menjawab dengan cara yang santai.
Publik se - tanah air mengamati sang jawara Pilkada Manado sosok Andrei Angouw.
Bendahara DPD PDI Perjuangan Sulut ini menarik perhatian karena berasal dari etnis Tionghoa dan beragama Konghucu.
Sejumlah kolumnis nasional sudah menahbiskan Angouw sebagai Wali kota pertama di Indonesia yang beragama Konghucu.
Kemenangan Angouw sungguh sebuah anomali politik.
Etnis Tionghoa dan agama Konghucu adalah minoritas di Manado.
Dengan maraknya politik identitas mewarnai jagad politik di Pilkada Sulut, rasanya kans Angouw kecil untuk menang di Manado terlepas dari fakta bahwa dia adalah anggota DPRD Sulut tiga periode dengan raihan 38 ribu suara pada pilcaleg tahun lalu.
Angouw pun masih membawa beban berat. Yakni memecahkan mitos PDI Perjuangan tak pernah
menang di Pilwako Manado.
Wali Kota Manado terpilih Andrei Angouw saat santai di rumahnya, Kota Manado, Sulut, Januari 2021 (Jumadi Mappanganro)
Maka, ketika Angouw menang, salut pun diberikan para pengamat politik di Jakarta terhadap warga
Manado yang mampu menunjukkan cara berpolitik anti-rasisme.
Ini membuktikan slogan torang samua ciptaan Tuhan bukan pepesan kosong.
Angouw dalam keterangannya kepada wartawan mengatakan, kemenangannya juga kemenangan keberagaman di Manado.
"Saya mengapresiasi warga kota Manado yang tidak melihat isu SARA tapi berpolitik secara dewasa," kata dia.
Ia berharap spirit keberagaman di Manado yang tampak dalam pilkada Manado dapat
menjadi kaca benggala bagi politik nasional.
Angouw memang tumbuh dalam kultur kosmopolitan.Istrinya seorang pelayan gereja.
banyak bergaul dengan masyarakat dari berbagai strata, etnis dan agama.
Anggota DPRD Sulut Arthur Kotambunan mengatakan, predikat Manado sebagai kota toleran dikukuhkan dengan kemenangan pasangan AA RS.
"Ini bukti bahwa orang Manado sangat toleran," kata dia.
Kemenangan Angouw dan Sualang, sebut dia, mengangkat derajat demokrasi di Manado. Di saat warga di daerah lain di Indonesia sibuk menyoalkan agama dengan kepemimpinan, warga Manado sudah melangkah jauh.
Pengamat politik Alfons Kimbal membeber, kemenangan Angouw di Manado merupakan gabungan beberapa faktor.
"Secara figur Angouw kuat karena pernah menjabat tiga kali anggota DPRD Sulut dan ketua DPRD Sulut dua periode," kata dia.
Faktor figur Angouw ini ditunjang dengan faktor figur Olly yang membawa efek ekor jas di Manado.
Gabungan dua faktor figur ini ditambah kekuatan mesin partai yang terus panas menghasilkan
kekuatan maha dasyat bagi PDI P di Pilwako Manado.
Pengamat politik Goinpeace Tumbel mengatakan, kubu AA RS juga memainkan strategi politik yang cerdas.
"Sinergi pusat, daerah dan provinsi selalu didengungkan PDI P dan disambut baik masyarakat Manado. Ini menuntun warga pada kesimpulan, Manado tak akan jadi bagus jika tak dipimpin
PDIP," kata dia.
• Idul Fitri Rabu atau Kamis? Cek Hasil Sidang Isbat Penetapan 1 Syawal Hari ini Selasa 11 Mei 2021
• Ustaz Tengku Zulkarnain Meninggal Dunia saat Azan Maghrib, Sempat Berjuang Lawan Covid-19
• Sebelum Meninggal, Sapri Pantun Ingin Pulang Temani Istri yang Hamil Besar
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/james-arthur-kojongian-mengaku-jadi-nelayan.jpg)