Berita Populer
POPULER Sulut - James Arthur Kojongian Mengaku Jadi Nelayan | Warga Manado Pasang Bendera PDI
Diserang isu bertubi tubi, Politisi Golkar James Arthur Kojongian (JAK) menjawab dengan cara yang santai.
TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Berikut dua berita populer terkait Sulawesi Utara yang tayang di tribunmanado.co.id.
Berita pertama tentang James Arthur Kojongian yang mengaku tak terima gaji lagi semalam tiga bulan.
Sementara berita kedua tentang pelantikan Wali Kota baru Kota Manado.
Simak selengkapnya:
Tak Digaji Tiga Bulan, James Arthur Kojongian Mengaku Jadi Nelayan untuk Beri Makan Istri Anak
Diserang isu bertubi tubi, Politisi Golkar James Arthur Kojongian (JAK) menjawab dengan cara yang santai.
Kepada Tribun Manado ia mengirimkan foto sedang berada di atas perahu sedang memegang dua buah ikan.
JAK mengaku jadi nelayan setelah tak digaji selama tiga bulan.
"Untuk kasih makan istri dan anak," katanya di WA.
Apa kabar James Arthur Kojongian (JAK) ? Politisi Golkar ini kini tampil beda.
Dengan berewok yang memanjang dari bawah telinga hingga dagu. Kumis juga melingkari mulutnya.
Rambutnya menyesuaikan dengan tampilan brewok itu. Bagian sisi tipis, sementara bagian atas padat.
Dulunya JAK kerap tampil klimis. Dengan tanpa bulu-bulu di wajah.
Gaya brewok itu pula mengubah garis wajah JAK lebih dewasa namun tetap Macho.
"Supaya orang nda dapa kenal," kata JAK sambil tertawa pertanda itu candaan saat bersua dengan
Tribun Manado beberapa hari lalu di sebuah restoran di pusat kota Manado.
JAK kala itu tengah bersama dengan rombongan pengurus partai Golkar Sulut sehabis melayat di rumah duka anggota DPRD Manado Meikel Stif Maringka di Kelurahan Winangun.
Sang istri, Micha Paruntu ada bersama rombongan. Ia duduk bersama JAK. Keduanya terlihat mesra dan bahagia.
Kebahagiaan bersama istri dan rekan rekan se-partai agaknya menopang JAK yang tengah digoyang di DPRD Sulut.
Ditanya tanggapan tentang pencopotan gambarnya oleh sekretariat Dewan, JAK enggan berkomentar banyak.
"Tanya saja ke Sekwan," katanya.
Saat pulang, para pelayan rumah makan yang sudah lama mengagumi JAK dan Michaela Elsiana Paruntu (MEP), minta foto bersama. JAK agak malu. Tapi Micha melayani dengan ramah. (art)
Andrei Angouw dan Richard Sualang Dilantik, Warga Manado Ramai-ramai Pasang Bendera PDI Perjuangan
Manado jadi zona "merah" ketika Wali Kota Manado Andrei Angouw dan Wakil Wali Kota Richard Sualang dilantik, Senin (10/5/2021).
Bendera PDI Perjuangan terpasang di pinggir jalan serta di rumah - rumah penduduk.
Para pendukung berat PDI Perjuangan spontan memasang bendera tersebut sebagai bentuk kegembiraan.
Selama ini PDI Perjuangan tak pernah berkuasa di Manado.
Salah satu kawasan yang paling ramai bendera PDI perjuangan adalah di seputaran lorong depan rumah Jimmy Rimba Rogi.
Dua bendera besar terpasang depan lorong.
Di dalam lorong, bendera kecil kecil dipasang berjejer.
Diketahui Imba panggilan akrab Jimmy - mendukung AA RS pada pilkada 2020.
Politisi populer ini turut berandil dalam kemenangan PDI perjuangan di Manado.
Imba effect mendongkrak suara AA RS.
Wali Kota Pertama Konghucu di Indonesia
Andrei Angouw diambil sumpah sebagai Wali Kota Manado, Senin (10/5/2021) ruang mapaluse di kantor Gubernur Sulut.
Walikota pertama Indonesia beragama Konghucu ini mengucapkan sumpah jabatan didampingi pendeta Konghucu.
Pelantikan berlangsung tertutup. Akses pers dibatasi karena protokol Covid 19.
Ketua Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Matakin) Sulawesi Utara Js Pon Riano mengatakan, umat berharap Andrei dapat menjalankan roda pemerintahan dengan sebaik - baiknya.
"Itu harapan kami," kata dia kepada Tribun Manado, 13/12/2020) via WA.
Menurut dia, sebagai Wali kota, Angouw adalah milik semua golongan.
Dengan dukungan semua pihak, ia optimistis visi dan misi Angouw dan Richard Sualang dapat terealisasi.
"Untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat kota Manado," kata dia.
Perhatian Nasional
Andrei Angouw usai dilantik sebagai Wali Kota Manado Periode 2021-2024. (tribunmanado.co.id/Ryo Noor)
Wali Kota Manado terpilih Andrei Angouw dan Wakilnya Richard Sualang. (Istimewa.)
Mata Indonesia tertuju ke Manado pada Pilkada serentak di era pendemi Covid-19.
Publik se - tanah air mengamati sang jawara Pilkada Manado sosok Andrei Angouw.
Bendahara DPD PDI Perjuangan Sulut ini menarik perhatian karena berasal dari etnis Tionghoa dan beragama Konghucu.
Sejumlah kolumnis nasional sudah menahbiskan Angouw sebagai Wali kota pertama di Indonesia yang beragama Konghucu.
Kemenangan Angouw sungguh sebuah anomali politik.
Etnis Tionghoa dan agama Konghucu adalah minoritas di Manado.
Dengan maraknya politik identitas mewarnai jagad politik di Pilkada Sulut, rasanya kans Angouw kecil untuk menang di Manado terlepas dari fakta bahwa dia adalah anggota DPRD Sulut tiga periode dengan raihan 38 ribu suara pada pilcaleg tahun lalu.
Angouw pun masih membawa beban berat. Yakni memecahkan mitos PDI Perjuangan tak pernah
menang di Pilwako Manado.
Wali Kota Manado terpilih Andrei Angouw saat santai di rumahnya, Kota Manado, Sulut, Januari 2021 (Jumadi Mappanganro)
Maka, ketika Angouw menang, salut pun diberikan para pengamat politik di Jakarta terhadap warga
Manado yang mampu menunjukkan cara berpolitik anti-rasisme.
Ini membuktikan slogan torang samua ciptaan Tuhan bukan pepesan kosong.
Angouw dalam keterangannya kepada wartawan mengatakan, kemenangannya juga kemenangan keberagaman di Manado.
"Saya mengapresiasi warga kota Manado yang tidak melihat isu SARA tapi berpolitik secara dewasa," kata dia.
Ia berharap spirit keberagaman di Manado yang tampak dalam pilkada Manado dapat
menjadi kaca benggala bagi politik nasional.
Angouw memang tumbuh dalam kultur kosmopolitan.Istrinya seorang pelayan gereja.
banyak bergaul dengan masyarakat dari berbagai strata, etnis dan agama.
Anggota DPRD Sulut Arthur Kotambunan mengatakan, predikat Manado sebagai kota toleran dikukuhkan dengan kemenangan pasangan AA RS.
"Ini bukti bahwa orang Manado sangat toleran," kata dia.
Kemenangan Angouw dan Sualang, sebut dia, mengangkat derajat demokrasi di Manado. Di saat warga di daerah lain di Indonesia sibuk menyoalkan agama dengan kepemimpinan, warga Manado sudah melangkah jauh.
Pengamat politik Alfons Kimbal membeber, kemenangan Angouw di Manado merupakan gabungan beberapa faktor.
"Secara figur Angouw kuat karena pernah menjabat tiga kali anggota DPRD Sulut dan ketua DPRD Sulut dua periode," kata dia.
Faktor figur Angouw ini ditunjang dengan faktor figur Olly yang membawa efek ekor jas di Manado.
Gabungan dua faktor figur ini ditambah kekuatan mesin partai yang terus panas menghasilkan
kekuatan maha dasyat bagi PDI P di Pilwako Manado.
Pengamat politik Goinpeace Tumbel mengatakan, kubu AA RS juga memainkan strategi politik yang cerdas.
"Sinergi pusat, daerah dan provinsi selalu didengungkan PDI P dan disambut baik masyarakat Manado. Ini menuntun warga pada kesimpulan, Manado tak akan jadi bagus jika tak dipimpin
PDIP," kata dia.
• Idul Fitri Rabu atau Kamis? Cek Hasil Sidang Isbat Penetapan 1 Syawal Hari ini Selasa 11 Mei 2021
• Ustaz Tengku Zulkarnain Meninggal Dunia saat Azan Maghrib, Sempat Berjuang Lawan Covid-19
• Sebelum Meninggal, Sapri Pantun Ingin Pulang Temani Istri yang Hamil Besar
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/james-arthur-kojongian-mengaku-jadi-nelayan.jpg)