Khazanah Islam
Syarat Wajib dan Sahnya Pelaksanaan Zakat
Zakat yang menjadi bagian dari rukun Islam memiliki ketentuan syarat dan rukun.
Penulis: Jumadi Mappanganro | Editor: Jumadi Mappanganro
Sebagaimana dijelaskan, Islam mengatur harta-harta mana saja yang terkena wajib zakat.
Artinya, tidak semua harta terkena wajib zakat, atau tidak semua jenis harta terkena wajib zakat, melainkan
ada ketentuan dan syaratnya.
Pemahaman tentang zakat sudah mengalami perkembangan.
Hal ini juga berawal dari sejarah keberadaan zakat itu sendiri.
Misalnya harta zakat diharapkan tidak hanya bersipat konsumtif, tetapi juga diharapkan menjadi harta yang produktif.
Dengan demikian diharapkan harta zakat menjadi berkembang dan dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh mustahiq.
Dengan kata lain, harta zakat dapat dimanfaatkan secara continue (terusmenerus).
Dengan cara ini diharapkan mustahiq, setelah mampu mengelola usaha produtif dari dana zakat yang diterima, tidak lagi menjadi mustahiq, tetapi berubah menjadi muzaki.
5. Telah mencapai nishab.
Nishab adalah batas minimal wajib zakat pada harta yang wajib dizakati.
Penentuan nishab merupakan ketetapan ajaran Islam dalam rangka mengamankan ~arta yang dimiliki muzaki.
Apabila seseorang memiliki harta yang jumlahnya mencapai batas minimal, maka yang bersangkutan, bila syarat lainnya terpenuhi, dikenakan kewajiban membayar zakat.
Menarik berbicara tentang nisab, kenapa!
Karena ada diantara umat Islam yang tetap ingin mengeluarkan zakatnya, kendati belum mencapai
nisabnya!
Nisab dijadikan salah satu syarat dimaksudkan agar tidak memberatkan umat dalam mengeluarkan harta miliknya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/ilustrasi-zakat-fitrah-3585484.jpg)