Berita Internasional
Iran Diduga Persenjatai Yaman, Angkatan Laut AS Gagalkan Penyelundupan Senjata di Laut Arab
Penyelundupan senjata ini merupakan tanda bahwa perang di Yaman belum akan selesai.
TRIBUNMANADO.CO.ID, DUBAI - Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) berhasil menangkap kapal pengangkut ribuan unit senjata di Laut Arab, Minggu (9/5/2021).
Hal ini diumumkan langsung oleh Angkatan Laut AS melalui akun Twitter resminya.
Senjata yang disita meliputi lusinan peluru kendali anti-tank canggih buatan Rusia, seribuan senapan serbu Tipe 56 Cina, seratusan senapan mesin PKM, senapan sniper, peluncur granat, dan kelengkapan lainnya.
Pejabat militer AS mengatakan kepada Associated Press (AP) bahwa dalam penyelidikan awal ditemukan fakta kapal tersebut berasal dari Iran.
Kapal tersebut membawa ribuan senjata untuk mempersenjatai Houthi, Yaman padahal sudah ada embargo senjata dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Penyitaan semacam ini bukan hal baru mengingat perang di Yaman telah berlangsung selama bertahun-tahun, menjadi salah satu krisis kemanusiaan dan keamanan terburuk di dunia.
Ironisnya, penyitaan hari Minggu terjadi di tengah upaya AS dan beberapa pihak lain untuk mengakhiri konflik.
Ribuan senjata yang ditemukan cukup menunjukkan bahwa kata damai masih sangat jauh untuk dicapai.
Baca juga: Peringatan Dini Gelombang Tinggi Senin 10 Mei 2021: Simak Daerah Berpotensi Gelombang Tinggi, Sulut?
Baca juga: Kesal Tak Temukan Uang Saat Mencuri, Seorang Bocah di Sidoarjo Nekat Bakar Rumah Tetangga
Pengiriman senjata berhasil digagalkan oleh kapal penjelajah AS USS Monterey dalam operasi yang dimulai Kamis (6/5/2021) di bagian utara Laut Arab di lepas pantai Oman dan Pakistan.
Kapal pengangkut diidentifikasi tanpa tanda kewarganegaraan dan merupakan jenis kapal tradisional ala Timur Tengah.
Sebagian besar senjata terbungkus plastik hijau di bawah dek.
Armada Kelima Angkatan Laut AS tidak mengidentifikasi secara langsung dari mana senjata itu berasal, atau ke mana tujuan mereka.
Namun, seorang pejabat pertahanan AS mengatakan pola pengiriman serta jenis senjata itu mirip dengan pengiriman lain yang dilarang menuju Houthi.
Dilansir dari Arab News, berdasarkan wawancara dengan awak kapal pengirim senjata, pasukan AS menentukan kapal itu berasal dari Iran.
Namun, saat ini penyelidikan masih terus berlangsung.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/al-as.jpg)