Pelantikan Wali Kota Manado
Ini Tangapan Pengamat Kesehatan Terkait Penanganan Covid-19 Bagi Wali Kota Manado yang Baru
Andrei Angouw-Richard Sualang kini harus menghadapi segudang tugas dan tanggung jawab, salah satunya dalam menangani dan mencegah penyebaran Covid-19
Penulis: Andreas Ruauw | Editor: David_Kusuma
TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Pasca-dilantiknya Wali Kota dan Wakil Wali Kota Manado terpilih Andrei Angouw-Richard Sualang kini harus menghadapi segudang tugas dan tanggung jawab, salah satunya dalam menangani dan mencegah penyebaran Covid-19.
Hal itu pun mendapat masukan dari pengamat kesehatan Epidemolog sekaligus Dosen Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Manado Jonesius Manoppo, Kamis (6/5/2021).
Ia mengatakan, berhubung pandemi Covid-19 sudah lebih dari setahun dan masa transisi dari terpilihnya sampai dilantiknya pasangan ini sudah setengah tahun.
Maka pasti mereka sudah membaca situasi dan menyiapkan langkah-langkah strategis yang akan mereka ambil ketika menjabat.
Baca juga: Menanti Kolaborasi Olly-Steven dan Andrei Angouw-Richard Sualang Selesaikan Masalah di Manado
Hal awal yang perlu dilakukan ialah mengevaluasi kebijakan yang ada saat ini, Strategi dari pemerintahan yang lama yang sementara dijalankan yang dinilai baik tetap perlu dipertahankan. Sedangkan yang hal-hal yang dinilai merugikan masyarakat bisa diganti.
Kemudian perlu melakukan konsolidasi dengan semua elemen yang terkait dengan satgas penanggulangan Covid-19 yang sudah menjalankan usaha mulai dari penekanan angka penularan, kesiap-siagaan fasilitas kesehatan sampai pada usaha vaksinasi.
Karena Manado merupakan ibukota provinsi sekaligus pusat bisnis, maka perlu melakukan koordinasi dengan Pemprov Sulut terutama mengenai pelaksanaan protokol kesehatan / 5M yang saat ini seperti tidak ketat lagi.
Termasuk kebijakan pengetatan mobilitas orang yang sedang berlangsung, juga pengawasan tempat umum untuk mengurangi kerumunan.
Selain itu kota Manado juga merupakan kota dengan jumlah sekolah yang banyak, kajian mengenai kelayakan pelaksanaan kegiatan belajar-mengajar luring tatap muka terbatas juga perlu diperhatikan.
Juga perlu membangun komunikasi risiko kepada masyarakat tanpa menimbulkan kepanikan mengenai adanya bahaya penularan dari varian baru yang dinilai lebih berbahaya dan cepat menyebar.
Untuk membangun kepercayaan masyarakat dan menciptakan kewaspadaan dan kesiap-siagaan mengahadapi potensi ancaman gelombang kedua, Pemerintahan yang baru perlu mengemas aplikasi kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat untuk mengurangi dampak ekonomi akibat pandemi Covid-19.
Seperti membuka tempat usaha dan tempat wisata sambil tetap menjalankan kebijakan pembatasan lalu-lintas orang yang terkesan tidak sinkron dan membingungkan masyarakat.
Baca juga: Buka Puasa Bersama, Anggota DPD RI Djafar Alkatiri Ajak Umat Doakan Bangsa
YOUTUBE TRIBUN MANADO:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/pengamat-kesehatan-sulut-121212.jpg)