Kecelakaan Maut di Minsel

Mahmud Tangka, Korban Lakalantas Maut Tanjakan Munte, Familiar dan Suka Bergaul 

Raut wajahnya muram. Tatapannya pun kosong. Tak banyak gerak yang dilakukan Sunarti Dayle (48), isteri korban lakalantas di tanjakan Munte

Penulis: Rul Mantik | Editor: David_Kusuma
rul mantik
Rumah Duka Korban Kecelakaan Maut 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Raut wajahnya muram. Tatapannya pun kosong. Tak banyak gerak yang dilakukan Sunarti Dayle (48), isteri korban kecelakaan lalulintas (lakalantas) di tanjakan Munte, Jalan Trans Sulawesi, Minahasa Selatan, Sulawesi Utara, Kamis (6/5/2021).

Dia hanya duduk sambil bersandar di depan kasur bekas pembaringan jenazah Mahmud Tangka (51).

Matanya masih sembab. Bahkan, sesekali airmatanya menetes di kedua pipinya.

Anak semata wayang Mahmud dan Sunarti menyimpan duka mendalam. Pipinya memerah, wajahnya masih basah dengan airmata.

Betapa tidak, sosok ayah yang sangat mengasihinya telah dipanggil menghadap sang Khalik dengan cara tragis.

Baca juga: BRI Manado Siapkan Kas Rp 208 Miliar untuk Kebutuhan Lebaran 1442 di Sulut

"Suami saya orangnya baik. Dia suka bergaul dengan siapa saja. Dalam keluarga pun dia sangat perhatian," kata Sunarti saat ditemui Tribun Manado di rumahnya, Jumat (7/5/2021) di Desa Bajo, Lingkungan III, Kecamatan Tatapaan, Kabupaten Minahasa Selatan, Provinsi Sulawesi Utara.

Karena kebaikannya itu, kata Sunarti, suaminya disukai banyak orang.

Korban kecelakaan di Desa Munte dibawa ke RS
Korban kecelakaan di Desa Munte dibawa ke RS (rul mantik)

"Kalau pulang kerja, dia selalu menyambangi teman-temannya di kampung ini. Ngobrol dan berbagi pengalaman," kenangnya

Tidak hanya suka bergaul, Mahmud adalah seorang pekerja keras. Tak heran, dalam sehari dia bisa menyelesaikan banyak pekerjaan.

Baca juga: Pengajar Hukum Universitas Trisakti, Radian Syam Sebut Jangan Lupa Tragedi 23 Tahun Lalu

"Kalau dia pulang kerja dari Kalasey, dia akan langsung pergi ke kebun. Dia seakan tidak mengenal lelah," papar Sunarti sambil menyeka airmatanya dengan selembar kain yang dia taruh di bahunya.

Seharusnya, kata Sunarti, mereka berencana untuk merayakan Idul Fitri di rumah mereka.

"Biasanya kalau ada perayaan Lebaran, akan banyak orang yang datang. Jadi, suami saya menyediakan alat musik untuk menghibur tamu yang datang," ungkap Sunarti.

Pengalaman indah berteman dengan Mahmud, juga dirasakan teman-temannya.

"Di tempat kerja, almarhum suka bergaul. Dia sangat dekat dengan kami. Kalau tidak dekat, kami tidak ada di sini," aku Berto, warga Kalasey, teman sekerja Mahmud.

Baca juga: New Honda City Hatchback RS Mengaspal di Sulut, Ini Fitur dan Teknologi Canggih di Dalamnya

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved