Breaking News:

Virus Corona

20 Ribu Karyawan Perusahaan AS di Bangalore India Terancam di PHK, 800 Karyawan Positif Covid-19

  Banyak perusahaan di India termasuk di Bangalore yang ditutup dan bangkrut karena karyawan tidak bisa bekerja

Editor: Aswin_Lumintang
Sajjad HUSSAIN / AFP
Orang-orang menunggu bus di terminal bus di New Delhi pada 19 April 2021, untuk berangkat ke tempat asal mereka saat India berjuang melawan lonjakan pemecah rekor dalam infeksi virus korona Covid-19 yang telah memaksa ibu kota diisolasi selama seminggu. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, INDIA -  Banyak perusahaan di India termasuk di Bangalore yang ditutup dan bangkrut karena karyawan tidak bisa bekerja, teradang virus Corona yang melanda demikian hebatnya di India.

Sekitar 8.300 mil di timur Wall Street, di bentangan Jalan Lingkar Luar Bangalore India, berdiri tempat yang dulunya merupakan jantung dari back-office industri keuangan global.

Sebelum pandemi virus corona (Covid-19), cluster menara kaca dan baja ini menampung ribuan karyawan di perusahaan seperti Goldman Sachs Group Inc dan UBS Group AG yang memainkan peran penting dalam segala hal.

Anggota keluarga berduka setelah Shayam Narayan dinyatakan meninggal dunia di luar bangsal penyakit virus korona (COVID-19) di rumah sakit Guru Teg Bahadur, di tengah penyebaran penyakit tersebut di New Delhi, India, Jumat (23/4/2021).
Anggota keluarga berduka setelah Shayam Narayan dinyatakan meninggal dunia di luar bangsal penyakit virus korona (COVID-19) di rumah sakit Guru Teg Bahadur, di tengah penyebaran penyakit tersebut di New Delhi, India, Jumat (23/4/2021). (ANTARA FOTO/REUTERS/DANISH SIDDIQUI)

Mulai dari manajemen risiko hingga layanan pelanggan dan kepatuhan.

Sekarang, gedung-gedung itu kosong dan terlihat menyeramkan.

Dikutip dari laman NDTV, Jumat (7/5/2021), dengan jumlah kasus positif yang melonjak signifikan di seluruh penjuru kota Bangalore dan sebagian besar India, pengaturan sistem kerja dari rumah atau Work From Home (WFH) yang telah menopang operasi back-office Wall Street selama berbulan-bulan, menjadi sangat tertekan.

 
Karena semakin banyak karyawan yang sakit maupun kesulitan mencari pasokan medis penting seperti oksigen untuk kerabat atau teman mereka.

Perusahaan seperti Standard Chartered Plc mengatakan pada pekan lalu bahwa sekitar 800 dari 20.000 stafnya yang bekerja di India telah terkonfirmasi positif Covid-19.

Sementara sebanyak 25 persen karyawan di beberapa tim di UBS tidak hadir.

Hal ini disampaikan seorang eksekutif di perusahaan tersebut yang berbicara tanpa menyebut nama karena takut kehilangan pekerjaannya.

Perlu diketahui bahwa wabah Covid-19 di India semakin meningkat saat program vaksinasi justru memicu pemulihan ekonomi di negara lain.

Baca juga: Mahmud Tangka, Korban Lakalantas Maut Tanjakan Munte, Familiar dan Suka Bergaul 

Baca juga: Penyelenggara Tes Wawasan Kebangsaan Bukan KPK, Ali: Seluruh Soal dan Materi Disusun oleh BKN

"Ini bukan masalah lokal atau India saja, ini krisis global," kata Analis Direktur senior di Gartner Inc., D.D. Mishra.

Gelombang infeksi kedua saat ini diprediksi 'secara signifikan akan lebih besar' dibandingkan sebelumnya.

"Oleh karena itu, organisasi dan perusahaan dengan staf yang berbasis di India tentunya perlu mengambil tindakan untuk merencanakan dan memitigasi, jika diperlukan," tegas Mishra.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Lonjakan Kasus Covid-19 di Bangalore India Ikut Pengaruhi Kinerja Perusahaan Besar AS, https://www.tribunnews.com/internasional/2021/05/07/lonjakan-kasus-covid-19-di-bangalore-india-ikut-pengaruhi-kinerja-perusahaan-besar-as.
Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Hasanudin Aco

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved