Breaking News
Selasa, 7 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Konflik Cina dan Taiwan

AS Menolak Terlibat dalam Konflik Cina dan Taiwan, Bisa Hancurkan Ekonomi Global

Amerika Serikat menolak terlibat dlama konflik Cina dan Taiwan, mengapa?

Editor: Isvara Savitri
Reuters/Aly Song
Ilustrasi bendera Amerika Serikat (AS) dan Cina. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, WASHINGTON - Koordinator kebijakan Amerika Serikat (AS) untuk Indo-Pasifik, Kurt Campbell menolak seruan agar AS membuat pernyataan jelas terkait konflik Cina dan Taiwan.

AS diminta bersedia membela Taiwan jika mendapat serangan dari Cina.

Hal ini diungkapkan dalam sebuah diskusi oleh FInancial Times, Selasa (4/5/2021).

Menurut Campbell, akan ada kerugian signifikan jika melakukan pendekatan seperti itu.

Di satu sisi, Campbell berpendapat kita harus prihatin terkait kondisi di Taiwan.


Militer Cina. (defensnews/AFP)

Pulau tersebut mendapat tekanan militer yang meningkat dari Cina, yang menganggapnya sebagai provinsi pemberontak.

Namun, melansir Reuters, Campbell menyatakan, dia yakin, ada apresiasi, baik AS maupun Cina, bahwa pemeliharaan status quo atas Taiwan demi kepentingan terbaik kedua negara.

"Saya percaya, ada beberapa kerugian yang signifikan dari apa yang disebut kejelasan strategis yang Anda kemukakan," kata Campbell, ketika ditanya tentang pernyataan dari beberapa akademisi AS terkemuka dan lainnya agar Washington memberikan jaminan keamanan yang lebih eksplisit kepada Taiwan.

Baca juga: Masih Ingat Gus Miftah Ulama NU? Disebut Kafir Karena Ceramah di Gereja, Malah Sentil Anies Baswedan

Baca juga: Ikatan Cinta Rabu 5 Mei 2021: Kondisi Aldebaran Kembali Drop, Andin Murka, Nino Sakit Hati

Sementara AS diharuskan oleh undang-undang untuk memberi Taiwan sarana untuk mempertahankan diri, Amerika Serikat telah lama mengikuti kebijakan "ambiguitas strategis" tentang apakah akan campur tangan secara militer untuk melindungi pulau itu jika terjadi serangan Cina.

Campbell menyebutkan, setiap konflik antara AS dan Cina atas Taiwan kemungkinan besar tidak akan terjadi di wilayah geografis yang kecil.

"Saya pikir, ini akan meluas dengan cepat dan secara fundamental akan menghancurkan ekonomi global dengan cara yang menurut saya tidak bisa diprediksi oleh siapa pun," ujarnya.


Pesawat jet tempur Cina yang terbang di atas barat daya Taiwan. (AFP/Liu Jin)

Risiko jangka pendek dan menengah 

Campbell mengungkapkan, ada beberapa kekhawatiran bahwa Cina menilai langkahnya "bebas dari hukuman" setelah tindakan keras terhadap demokrasi di Hong Kong, tapi, Beijing "bisa menarik kesimpulan yang salah" ketika menyangkut tindakannya terhadap Taiwan.

Sumber: Kontan
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved