Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kapal Selam Naggala Hilang

Potret Robot Berusaha Angkat Bangkai Kapal Selam Nanggala 402, Ali : Agak Sulit

Tetapi dipastikan, jika robot bawah laut dianggap paling efektif untuk menyelam di kedalaman 840 ini dan tidak berisiko karena memang tanpak awak.

Editor: Alpen Martinus
infokomando.id
Ilustrasi proses evakuasi kapal selam KRI Nanggala 402. 

ROV atau robot bawah laut, kemudian diturunkan untuk memastikan keberadaan benda yang dicari.

Maka itu, robot bawah laut atau ROV dilengkapi lampu untuk membantu penerangan di dalam laut serta kamera di setiap sisinya.

Sebab, Sonar yang dikeluarkan ROV akan mendeteksi keberadaan benda di bawah laut.

Ketika sonar mendeteksi adanya benda padat di dalam laut, alat tersebut akan mengeluarkan bunyi.

Sehingga Sonar milik robot bawah laut alias ROV mendeteksi dalam jangkauan radius 60 meter.

Seperti diketahui, Perlengkapan Kamera ROV memapu menangkap gambar yang hasil tangkapannya akan terlihat pada monitor di permukaan sehingga pilot dapat memastikan ada atau tidaknya benda padat di dalam laut.

Canggih dan Bisa diandalkan

Seperti diketahui, Peralatan ini pertama kali diperkenalkan pada pertengahan tahun 1980-an. Sebab, ROV dikembangkan untuk area lepas pantai yang melebihi jangkauan juru selam.

Apalagi, alat ini biasa digunakan untuk operasi penyelamatan laut dalam dan memulihkan objek dari dasar laut, seperti bom nuklir yang hilang di Laut Mediterania setelah kecelakaan Palomares B-52 tahun 1966.

Maka itu, Pencarian KRI Nanggala-402 rencanannya akan melibatkan dua ROV, yakni ROV milik Polri dan ROV bantuan dari Singapura. ROV Polri memiliki efektivitas mendeteksi benda bawah laut pada kedalaman 200 hingga 300 meter. ROV milik Singapura memiliki efektivitas pendeteksian benda bawah laut hingga kedalaman 900 meter.

Masih mengangkat bagian kecil

Menurut KASAL, hingga kini evakuasi masih terus berjalan.

"Sampai saat ini mungkin hanya bagian-bagian kecil saja yang bisa diangkat. Namun untuk bagian besar belum.. Tapi akan kita update lagi terakhir seperti apa, apakah sudah bisa, namun upaya ini terus kita lakukan," papar Ali.

Dibantu Kapal Cina

Ali mengatakan kapal Angkatan Laut Cina yang turut membantu proses evakuasi KRI Nanggala-402 membawa penyelam dan para ahli.

Halaman
1234
Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved