Breaking News:

OPINI

OPINI - (Aktivis) Pergerakan Bergeser atau Memudar

"Semua gerakan perlawanan yang dilakukan para aktivis(true believer) akan menemukan jalan buntu. Karena di antara kelompok mereka

istimewa
PMII Manado menggelar diskusi di DPD RI di bilangan Tikala dengan menghadirkan anggota DPD RI, Djafar Alkatiri dan Abid Takalamingan serta Reiner Ointoe 

oleh ReO Fiksiwan

"SEMUA gerakan perlawanan yang dilakukan para aktivis(true believer) akan menemukan jalan buntu. Karena di antara kelompok mereka, ada yang ideologis, pragmatis dan takut akan penderitaan yang lama atau kurang sabar atas apa yang belum diraih"(Eric Hoffer,1902-1983).

Kemarin sore hingfa malam(2/4/21) serentak dua diskusi diselenggarakan oleh para aktivis, masing-masing dari PMI Manado(Hadi Prestasi) dengan tema literasi ekonomi umat dan AMS WAG( Syarif Aif Darea
) di DPR RI Tikala dan Kafe Kemang Boulevar-2.

Meski kedua diskusi itu tidak langsung menohok pada isu pergerakan --secara khusus problema keumatan dalam pelbagai akses(ekonomi, politik, sosial sampai budaya dan iptek) sekaligus ekses yang selalu merusak bahkan mengganggu jalannya sebuah "revolusi sosial" -- terasa benar kegelisahan kaum aktivis masih terpaku pada eksistensi dan pengakuan pada pesonifikasi dan performans mereka.

Karena itu, kedua diskusi itu mengingatkan ulang memori di era pra-revolusi angkatan 80-an atau generasi bunga(flower generation) seperti dalam lagu Scott McKenzie, ambang revolusi pada pergerakan "musim semi Praha(Checo), Tiannarnmen, revolusi Mullah(Iran), "musim semi Kairo", "Tahrir Istanbul" hingga paling mutakhir "revolusi Mahasiswa"(Reformasi) "revolusi ulama"(212) dan pergerakan "white collar" di Hongkong.

Seluruh aktivitas gerakan massa(true believers) itu tak lepas dari sejarah pergerakan yang sejak tahun 50-an telah mewadahi lahir seluruh pergerakan aktivis(mass movement) seperti yang ditulis oleh Crane Brinton, Eric Hoffer dan Ortega Y Gasset.

Sejarah gerakan massa itu tak pernah lepas dari kebuntuan rezim lama(ancient regime) seperti yang ditulis Crane Brinton dalam memetakan bagaimana revolusi Perancis(1789) hingga revolusi kebudayaan Cina(Mao) dan glasnost-perestroika Gorbachev(Rusia) telah mengubah rentang jalannya sejarah sosial dari para bandit ke kartel dan akhirnya menumbuhkan aksiologi sejarah "baru" oligarki yang nyaris tuntas dengan senjata biologi pandemi.

Terlepas dari belikat pergerakan dari bawah (mass), munculnya kelompok-kelompok oligarki yang mengandal kuasa modal, sains dan teknologi industri, kegelisahan pergerakan aktivis yang tumbuh dari kandungan "baby boomers" bahkan generasi-Z plus milenial yang kagok dengan fitur-fitur medsos, tak mudah bagi para aktivis manapun untuk mengkonsolidasi pemupukan kuasa modal yang sedang dikendalikan oleh kekuatan anonim oligarki.

Antara pergerakan oralitas(lisan) dan literasi(tindakan/pencatatan) pada semua sejarah aktivis tak yang sulit dibedah dan dipetakan selain kemampuan artikulatif dalam mengubah atau mengestafetkan sejarah pergerakan secara definif dan tuntas. Bahkan dalam "takdir" sejarah pun(aqibatul-umur), literasi pergerakan para aktivis sedang berada di jalan simpang dan dua karang yang cadas: pilihan iman(fides) vs pilihan rasionalitas(rasionality)?

Tapi, apapun peta, jalan dan takdir yang sedang berubah dan bergeser -- mungkin saja memudar(passing over) -- perintah sejarah sedang berada di genggaman mereka. Baik buruknya, cara mereka membidik akan menjadi pelatuk, busur dan panah yang harus dilepas dan lesatkan. Soal panah atau peluru itu mengenai sasaran, sejarah pergerakan aktivis(true believer) merupakan literasi yang sedang ditulis terus.

Editor: Aswin_Lumintang
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved