Breaking News:

Berita Sitaro

Status Gunung Karangetang di Sitaro Waspada, Ini Rekomendasi PVMBG

Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi telah menurunkan status Gunung Api Karangetang di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro

Penulis: Octavian Hermanses | Editor: David_Kusuma
Octavian Hermanses
Gunung Api Karangetang 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah menurunkan status Gunung Api Karangetang di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara dari level III Siaga menjadi level II Waspada.

Penurunan status tersebut terhitung mulai Selasa 9 Februari 2021 lalu, berdasarkan hasil analisa data visual dan instrumen serta mempertimbangkan potensi ancaman bahaya.

Dari pemantauan visual terakhir mengindikasikan tidak adanya landaan guguran lava maupun awan panas yang signifikan.

Di mana material endapan lava maupun awan panas guguran masih berada pada lembah-lembah dengan jarak maksimum 2.000 meter dari kawah utama.

Baca juga: Gempa Bumi Minggu (02/05/21) Tadi Siang, Belum Diketahui Kerusakannya, Ini Magnitudo dan Lokasinya

Baca juga: Gempa Bumi Minggu (02/05/21) Jam 11, Info Terbaru BMKG, Warga Waspada, Ini Lokasi & Magnitudo Gempa

Meski demikian, pihak PVMBG melalui Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Karangetang tetap mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di radius berbahaya.

Serta tetap mewaspadai guguran lava dan awan panas yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Berikut rekomendasi yang dikeluarkan PVMBG dalam laporan aktivitas Gunung Api Karangetang periode pengamatan Sabtu (01/05/2021) pukul 00.00 Wita sampai Minggu (02/05/2021) pukul 24.00 Wita.

Baca juga: SOSOK Tandi Kagoya, Pelaku Kriminal Cukup Agresif, Jasadnya Diperlakukan Seperti ini oleh KKB Papua

Baca juga: Battle of Colours Chapter 2 di Manado Siap Digelar, Panitia Targetkan 600 Entri

Pertama, masyarakat dan pengunjung/wisatawan agar tidak mendekati, tidak melakukan pendakian dan tidak beraktivitas di dalam zona prakiraan bahaya.

Yaitu radius 1.5 km dari puncak Kawah Dua (Kawah Utara) dan Kawah Utama (selatan) serta area perluasan sektoral ke arah Barat sejauh 2.5 km serta sepanjang kali Malebuhe.

Kedua, mewaspadai guguran lava dan awan panas guguran yang dapat terjadi sewaktu-waktu dari penumpukan material lava sebelumnya karena kondisinya belum stabil dan mudah runtuh, terutama ke sektor selatan, tenggara, barat dan barat daya.

Baca juga: Sejarah Pembebasan Irian Barat, Pidato Trikora & Ambisi Presiden Soekarno Kuasai Papua dari Belanda

Baca juga: Pernahkah Bapak Pendidikan Nasional Ki Hadjar Dewantara Jadi Menteri Pendidikan?

Ketiga, Masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai-sungai yang berhulu dari puncak Gunung Karangetang, agar meningkatkan kesiapsiagaan dari potensi ancaman lahar hujan dan banjir bandang yang dapat mengalir hingga ke pantai.

Dari laporan pengamatan itu pula diketahui, sejak Sabtu kemarin, gunung dengan ketinggian 1.784 meter dari permukaan laut (mdpl) ini telah mengeluarkan hembusan sebanyak tiga kali, dengan amplitudo lima 5 mm dalam durasi 22-24 detik.

Selain itu, telah terjadi kegempaan tektonik jauh sebanyak lima kali dengan amplitudo 5-25 mm berdurasi 43-94 detik. (HER)

Baca juga: ASN Sitaro Sambut Gembira Rencana Pembayaran THR

Baca juga: Anggota IV BPK RI Isma Yatun Bakal Serahkan Hasil Audit APBD ke Olly Dondokambey, Mantan Kader PDIP

YOUTUBE TRIBUN MANADO:

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved