Breaking News:

Pernikahan

Bolehkah Menyebut Mahar Nikah dengan Kata Kontan, Padahal Maskawinnya Tidak Ada di Depan Mempelai?

Mahar adalah pemberiaan yang wajib diberikan calon suami kepada calon istri sebagai ketulusan hati calon suami, baik berbentuk uang, barang atau jasa.

dok. Warga via Kompas
Foto Pernikahan viral Iwan Firman Wahyudi dengan mahar sandal jepit dan segelas air 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kata mahar atau mas kawin selalu terdengar pada setiap acara pernikahan.  

Mahar biasanya disampaikan saat aqad nikah kedua mempelai.

Namun ada yang bertanya, bolehkah menyebutkan mahar atau maskawin dengan kata kontan, sedangkan maharnya  tidak ada di depan mempelai berdua? 

Berikut penjelasan TIm Konsultasi Syariah Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama RI yang dikutip dari laman Bimas Islam Kemenag RI:

Mahar adalah pemberiaan yang wajib diberikan dari calon suami kepada calon istri sebagai ketulusan hati calon suami, baik berbentuk uang, barang atau jasa yang tidak bertentangan dengan hukum Islam.

Mahar termasuk keutamaan agama Islam dalam memuliakan dan melindungi kaum wanita dengan memberikan hak yang dimintanya dalam pernikahan berupa mahar kawin (maskawin).

Namun besar kecilnya mahar ditetapkan atas persetujuan kedua belah pihak karena pemberian itu harus diberikan secara ikhlas.

Para ulama fiqih telah bersepakat bahwa mahar wajib diberikan oleh suami kepada istrinya baik secara tunai (kontan) maupun secara tempo, pembayaran mahar harus sesuai dengan perjanjian yang terdapat dalam akad pernikahan.

Allah SWT berfirman:

“Maka isteri-isteri yang telah kamu nikmati (campuri) di antara mereka, berikanlah kepada mereka maharnya (dengan sempurna), sebagai suatu kewajiban.” (QS. An Nisa: 24)

Adapun macam-macam mahar ialah sebagai berikut:

1. Mahar Musamma

Halaman
123
Editor: Jumadi Mappanganro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved