Jumat, 17 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Cewek Manado

Profil Stevany Lidya Onseng Perawat Mata di Manado yang Mengabdi 10 Tahun Sambil Mengejar Pendidikan

Saat ini, Stevany bekerja sebagai pegawai swasta di SMEC Eye Clinic Manado, sebuah klinik spesialis mata di Kota Manado.

Dokumen Pribadi/Dokumen pribadi/ Stevany Lidya Onseng
TORANG KANAL - Stevany Lidya Onseng dikenal sebagai tenaga kesehatan yang telah mendedikasikan diri selama satu dekade dalam pelayanan kesehatan mata. Berikut adalah sosok Stevany Lidya Onseng dikenal sebagai tenaga kesehatan yang telah mendedikasikan diri selama satu dekade dalam pelayanan kesehatan mata. 

Ringkasan Berita:
  • Stevany Lidya Onseng adalah perawat mata di Manado yang telah mengabdi sekitar 10 tahun melayani pasien.
  • Ia melanjutkan kuliah di Universitas Muhammadiyah Manado melalui program RPL secara daring.
  • Stevany menjalani rutinitas bekerja di klinik sambil kuliah untuk terus mengembangkan diri.

TRIBUNMANADO.CO.ID, Sangihe - Berikut adalah sosok Stevany Lidya Onseng dikenal sebagai tenaga kesehatan yang telah mendedikasikan diri selama satu dekade dalam pelayanan kesehatan mata.

Perempuan berusia 32 tahun ini lahir di Manado pada 29 Juli 1993.

Meski lahir di Manado, Stevany memiliki akar keluarga dari Kampung Beong, Kecamatan Siau Tengah, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro, Sulawesi Utara (Sulut) sehingga ia juga dikenal sebagai “kuko Siau”.

Saat ini, Stevany bekerja sebagai pegawai swasta di SMEC Eye Clinic Manado, sebuah klinik spesialis mata di Kota Manado.

Dalam kesehariannya, ia bertugas melayani pasien sebagai perawat mata.

Profesi yang telah dijalaninya selama kurang lebih 10 tahun ini memberinya banyak pengalaman, baik suka maupun duka dalam dunia pelayanan kesehatan.

Menurut Stevany, bekerja di bidang kesehatan mata bukan hanya sekadar membantu pasien melihat dengan lebih baik, tetapi juga memberikan pelayanan yang menyentuh sisi kemanusiaan.

“Sebagaimana mata adalah jendela jiwa, melayani pasien dengan setulus hati bukan hanya menyembuhkan mata, tetapi juga menyembuhkan jiwa,” ungkapnya.

Selama menjalani profesinya, Stevany mengaku telah melewati berbagai tantangan.

Namun pengalaman tersebut justru semakin memperkuat panggilannya untuk terus melayani masyarakat melalui profesi yang ia tekuni.

Selain bekerja, Stevany juga terus mengembangkan diri di bidang pendidikan.

Saat ini ia sedang melanjutkan studi di Universitas Muhammadiyah Manado melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dengan sistem kelas daring.

Rutinitasnya pun cukup padat.

Pada pagi hari ia bekerja melayani pasien di klinik, sementara pada sore hari ia mengikuti perkuliahan secara online.

Bagi Stevany, pekerjaan yang selaras dengan panggilan hati akan menjadi ladang pelayanan bagi sesama.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved