Breaking News:

Pelantikan Wali Kota Manado

Andrei Angouw Diingatkan Jangan Pilih Pejabat Karena Balas Jasa Politik

Tugas berat menanti Wali kota Manado terpilih Andrei Angouw dan wakilnya Richard Sualang pada masa awal kepemimpinan keduanya

Jumadi Mappanganro
Wali Kota Manado terpilih Andrei Angouw saat santai di rumahnya, Kota Manado, Sulut, Januari 2021 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Tugas berat menanti Wali kota Manado terpilih Andrei Angouw dan wakilnya Richard Sualang pada masa awal kepemimpinan keduanya.

Angouw dan Sualang bakal dilantik pada 10 Mei 2021 mendatang. 

Pengamat politik Unsrat Ferry Liando mengatakan, tugas pertama adalah konsolidasi dengan masyarakat dan kekuatan politik lainnya. 

Baca juga: Momen Hardiknas, Wawali Bitung Hengky Honandar Terima Penghargaan Kemendikbud

Baca juga: Begini Pesan Wali Kota Tomohon Caroll Senduk saat Hadiri Ibadah HUT ke 87 GMIM Elim Kolongan

"Pada pilkada 9 Desember 2020 lalu keduanya tidak menang mutlak. Hanya beroleh 36,7 persen suara. Artinya sebanyak 63,3 peren pemilih tidak memilih keduanya," ujar dia. 

Tanpa konsolidasi, tata pemerintahan berpotensi terganggu. Loyalitas warga bisa setengah - setengah. 

"Bisa saja loyalitas dan ketaatan masyarakat tidak kuat karena menganggap walikota bukan pilihannya," kata dia. 

Ferry Daud Liando
Ferry Daud Liando (TRIBUN MANADO/RYO NOOR)

Baca juga: May Day, Alfince Bagampikir Doakan Buruh Disayang Perusahaan

Baca juga: Tak Ada Demo Saat May Day, FSBSI Minahasa Selatan Fokus Perjuangkan Nasib Buruh 

Tak kalah pentingnya adalah membangun hubungan yang baik dengan DPRD.

Karena tak semua fraksi di DPRD Manado mendukung keduanya pada Pilkada lalu. 

Hal kedua yang wajib dilakukan adalah memilih pejabat yang akan ditempatkan di SKPD maupun Camat dan Lurah.

"Pilihlah mereka yang betul - betul profesional dan memiliki kemampuan, tidak boleh memilih hanya karena punya andil saat kampanye padahal kapasitas sangat diragukan," kata dia. 

Baca juga: Baru Mau Nikah atau Poligami? Ini Syarat Administrasinya Menurut Peraturan Menteri Agama

Baca juga: Pose Bak Sedang Bengong, Ariel NOAH si Lady Killer Tetap Sukses Curi Perhatian

Selanjutnya Angouw dan Sualang perlu berinovasi. Ini perlu untuk mengatasi wabah Covid 19 yang masih marak dan Manado masih menyandang zona orange. 

"Banyak kepala daerah gagal mengatasi penularan covid karena miskin inovasi. Semuanya harus menunggu petunjuk dan arahan pusat.

Padahal kebijakan pusat belum tentu cocok diterapkan disemua daerah. Inovasi dan kreatifitas kepala daerah sangat diperlukan dalam mengatasi Covid 19," ujarnya. (art) 

Baca juga: Dua Jabatan Kapolsek dan Kabag Ops di Jajaran Polres Tomohon Berganti

Baca juga: KKB Papua TAK GENTAR Hadapi Pasukan Khusus, Jubir OPM: Sampai Papua Merdeka

YOUTUBE TRIBUN MANADO:

Penulis: Arthur_Rompis
Editor: David_Kusuma
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved