Breaking News:

Alasan di Balik Pelarangan Rokok Mentol di Amerika

Perusahaan rokok telah memasarkan rokok mentol dengan agresif di komunitas Amerika keturunan Afrika.

californiahealthline.org
Ilustrasi rokok mentol 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (Food and Drugs Administration/FDA) mengumumkan, Kamis (29/4/2021), pelarangan rokok dan cerutu dengan rasa mentol.

Mengutip warta VOA Indonesia, Jumat (30/4/2021), langkah itu menyusul tekanan bertahun-tahun dari para pendukung anti rokok yang mengatakan, produk tembakau ditujukan untuk orang Amerika keturunan Afrika.

Rokok menyebabkan tingkat kematian yang lebih tinggi dalam kelompok itu akibat penyakit yang disebabkan karena merokok.

“Tindakan FDA hari ini melarang rokok beraroma mentol, meskipun telah lama tertunda, merupakan langkah besar untuk mencegah generasi baru menjadi pengguna tembakau dan menyelamatkan nyawa,” kata Susan R Bailey, Kepala Persatuan Medis Amerika.

Perusahaan rokok telah memasarkan rokok mentol dengan agresif di komunitas Amerika keturunan Afrika, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS.

mencatat lebih dari 85 persen orang Amerika keturunan Afrika yang merokok menggunakan rokok mentol, dibandingkan dengan 46 persen orang Hispanik dan 29 persen orang kulit putih.

Mentol mengurangi iritasi yang disebabkan asap tembakau.

Karena rokok lebih mudah dihisap, tinjauan FDA mendapati, perokok baru lebih cenderung mulai merokok dan menjadi pengguna tetap.

Sebuah penelitian mendapati, rokok mentol menyebabkan 10,1 juta orang menjadi perokok antara 1980 dan 2018.

Kongres melarang rokok beraroma pada tahun 2009, tetapi UU itu mengecualikan mentol.

Sebaliknya menginstruksikan pemerintah untuk mempelajari dampak mentol pada kesehatan masyarakat. (*)

Baca juga: 8 Tentara Venezuela Tewas, Baku Tembak dengan Kelompok Bersenjata Kolombia

Baca juga: Mobil Dinasnya Diminta Kembalikan, James Kojongian: Sekretaris DPRD Sulut Mestinya Tahu Aturan

Baca juga: Fakta Tiga Perwira Polisi yang Ditangkap Paminal, Diduga Sedang Pesta Narkoba

Editor: maximus conterius
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved