Breaking News:

Berita Minahasa

Tindaklanjuti Petisi Warga Desa Sea, DPRD Minahasa Gelar Rapat Dengar Pendapat

Petisi penolakan pembangunan perumahan Lestari 5 oleh PT Bangun Minanga Lestari yang dilayangkan oleh warga Desa Sea, Kecamatan Pineleng direspons

Penulis: Lefrando Andre Gosal | Editor: David_Kusuma
Lefrando Gosal
Ketua DPRD Minahasa Glady Kandouw 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Petisi penolakan pembangunan perumahan Lestari 5 oleh PT Bangun Minanga Lestari yang dilayangkan oleh warga Desa Sea, Kecamatan Pineleng, Minahasa, Sulawesi Utara, direspons oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Minahasa.

Tidak lanjut dari petisi tersebut, DPRD Minahasa menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP), Rabu (28/04) di Ruang Sidang Kantor DPRD Minahasa.

Dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Minahasa, Glady Kandouw.

RDP ini diharapkan dapat menemukan solusi bersama.

Baca juga: HUT ke-4 Pemangku Adat Negeri Manembo-Nembo, Ini Pesan Maurits Mantiri

Baca juga: Kuasa Hukum Vonnie Anneke Panambunan: Semua Akan Terang Benderang di Persidangan

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 Gelombang Kedua di Kotamobagu Capai Angka 80 Persen

Namun sayangnya hingga akhir rapat dilaksanakan, masih banyak interupsi dari warga Desa Sea.

“Kan kami hanya menindaklanjuti apa yang menjadi aspirasi masyarakat Desa Sea yang menyatakan bahwa pembangunan minanga lestari ini dia tidak ada izin-izinnya.

Ini namanya ada indikasi yuridis. Tugas kami bahwa ada pengeluhan dari masyarakat Sea harus kami tindaklanjuti, bahwa masyarakat Sea mengeluhkan pelayanan dari pihak eksekutif,” jelas Kandouw.

Setlah mendengar pemaparan dari semua pihak, Kandouw mejelaskan bahwa ternyata lokasi mata air tersebut jauh dari lokasi pembangunan.

Baca juga: Peringatan Dini Besok Kamis (29/04/21), Sejumlah Wilayah Potensi Cuaca Ekstrem, Info Terbaru BMKG

Baca juga: Mantan Artis JAV Bunuh Suaminya Orang Terkaya di Jepang: Saya Punya Banyak Pacar

Baca juga: Masih Ingat Zuraiha Guru S2 yang Nikahi Sopir Truk? Dulu Dinyinyiri Tetangga, Kini Hidup Bahagia

“Tentang persoalan mata air itu, ternyata lokasi pembangunan ini jauh dari dari mata air, berkisar 200 sekian meter,”

Untuk menemukan solusi bersama, pihak perusahaan sudah membuat rencana mitigasi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved