Pandemi Covid 19

Kala Covid-19 Bobol Sistem Kesehatan India, Tiap Jam 117 Orang Meninggal

“Tolonglah, kirimi kami oksigen,” kata dokter itu dengan suara tertahan. “Pasien-pasien saya sekarat."

AP
Beberapa tumpukan kayu pemakaman pasien yang meninggal karena penyakit COVID-19 terlihat terbakar di tanah yang telah diubah menjadi krematorium kremasi massal korban virus corona, di New Delhi, India, Rabu (21/4/2021). 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kekhawatiran dan kepanikan kini menyelimuti warga India di saat pandemi Covid-19 semakin tak terkendali.

Dokter Gautam Singh sangat khawatir dengan peningkatan setiap hari dari penggunaan mesin ventilator dan defisit oksigen yang diderita oleh India.

Dia harus menyaksikan pasien-pasien yang sakit parah mulai kesulitan bernapas di unit gawat darurat tempatnya bekerja.

Sebagaimana para dokter lainnya di seluruh India, ahli kardiologi itu harus memohon dan meminjam tabung-tabung oksigen untuk mempertahankan nyawa pasiennya untuk satu hari lagi.

Mengutip warta VOA Indonesia, India pada Senin (26/4/2021) memecahkan rekor jumlah kasus harian Covid-19 dalam lima hari berturut-turut dengan 350 ribu kasus.

Pada Minggu malam, ketika persediaan oksigen di RS-RS sudah hampir habis, dokter ahli kardiologi berusia 43 tahun itu terpaksa mengirim cuitan dan mengunggah sebuah permohonan mengharukan bagi sumbangan tabung oksigen.

“Tolonglah, kirimi kami oksigen,” kata dokter itu dengan suara tertahan, seperti dikutip oleh Associated Press. “Pasien-pasien saya sekarat."

Awalnya, India dianggap sebagai kisah sukses memerangi pandemi.

Namun, virus corona sekarang seperti berpacu menginfeksi penduduk India yang berjumlah 1,4 miliar jiwa. Sistem-sistem pun mulai bertekuk lutut.

Pesan-pesan SOS seperti yang dikirimkan Singh menggambarkan suasana kepanikan.

Selain persediaan oksigen yang mulai menipis, unit-unit perawatan intensif (ICU) beroperasi dalam kapasitas penuh dan hampir semua ventilator terpakai.

Seiring dengan melambungnya angka kematian, langit malam di beberapa kota di India tampak terang dari sejumlah pembakaran jenazah darurat karena krematorium-krematorium kewalahan dan jenazah-jenazah terpaksa dikremasi di tempat terbuka.

Pada Senin (26/4), India melaporkan tambahan 2.812 kematian, artinya setiap jamnya, sekitar 117 orang India meninggal akibat penyakit itu.

Para ahli mengatakan, angka-angka itu mungkin lebih rendah dari angka sebenarnya.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved