Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Bolmong

Angka Stunting di Bolmong Menurun Hingga 3,87 Persen di Tahun 2021 

Angka kasus stunting di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) mengalami penurunan yang signifikan

Penulis: Nielton Durado | Editor: David_Kusuma
tribunmanado.co.id/Siti Nurjanah
Kepala Dinkes Bolmong dr Erman Paputungan 

Setelah mereka punya balita butuh biaya yang besar, juga butuh support dari berbagai pihak. 

"Oleh karena itu rembuk stunting menjadi strategis apalagi di tengah-tengah pandemi Covid ini,” paparnya.

Baca juga: Kabar Terbaru, 21 KRI Dikerahkan Untuk Mencari Kapal Selam KRI Nanggala 402, Ada yang Canggih

Baca juga: 5 Populer Kemarin, dari Anak 2 Jenderal Bertunangan, Albert Mutilasi Ibunya, hingga Sosok Heri

Edukasi tentang perlunya peningkatan gizi ibu hamil sangat diperlukan untuk menekan angka stunting. 

Diantaranya, melalui kegiatan penyuluhan, tentu dengan menerapkan protokol kesehatan.

Kemudian kita tekankan lagi, ini lagi situasi pandemi, ibu hamil juga harus hati-hati, mereka harus rajin mengonsumsi makanan sehat dan bergizi.

"Sehingga disamping untuk imunitas dirinya, juga untuk menjaga kesehatan bayinya. Sosialisasi ini akan terus dilakukan”, tegasnya.

Baca juga: Vicky Lumentut Pamit, Pesan Kepada Warga: Marilah Kita Bersama-sama Jaga Manado

Baca juga: BMKG Keluarkan Waspada Gelombang Tinggi di Perairan Kepulauan Talaud

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bolmong dr Erman Paputungan memaparkan, perlunya sinergi antar organisasi perangkat daerah (OPD) melalui berbagai kegiatan.

Untuk perbaikan gizi ibu hamil hingga kampanye perubahan perilaku masyarakat untuk mencegah stunting.

Perlu penyesuaian alokasi anggaran, manajemen layanan untuk meningkatkan integrasi intervensi gizi sampai tingkat desa.

"Hingga koordinasi antar program, antara kabupaten hingga kecamatan dan desa untuk percepatan,” pungkasnya.

Dari delapan kecamatan yang memiliki jumlah kasus, dua diantara memiliki kasus tinggi. 

Yakni Kecamatan Lolayan berjumlah 88 kasus, dan Kecamatan Dumoga Barat 24 kasus. 

Sedangkan Kecamatan Lolak ketiga terbesar yakni 20 kasus.

Pada 2021, Pemkab Bolsel telah menetapkan 19 lokasi prioritas yang terdapat di enam kecamatan. 

Untuk Kecamatan Lolayan terdapat di Desa Mengkang, Desa Mopusi, Desa Tanoyan Selatan, Desa Matali Baru, Desa Bakan, Desa Tanoyan Utara, Lolayan dan Desa Kopandakan 2.

Halaman
123
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved