Breaking News:

Gejolak di Partai Demokrat

Wisnu Klaim Pencetus Logo Demokrat, Bantah Pengakuan Steven Rumangkang, Protes Pendaftaran SBY

Pendaftaran logo Partai Demokrat oleh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selaku Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat

Editor: Aswin_Lumintang
tribunnews
Steven Rumangkang klaim disuruh design logo Partai Demokrat atas perintah SBY 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Pendaftaran logo Partai Demokrat oleh Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selaku Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat mendapat protes dari beberapa pendiri Partai Demokrat, dan mendapat tanggapan dari berbagai kalangan.

Dasar berpikirnya bahwa Partai Demokrat termasuk logonya tidak boleh diklaim sebagai hak pribadi dari siapa pun. Karena logo mercy itu merupakan logo partai yang secara otomatis menjadi milik satu kelompok kepentingan. Yaitu, kader dan simpatisan Partai Demokrat.

 Almarhum Vence Rumangkang (dua kanan), satu di antara pendiri Partai Demokrat yang mengetahui detail berdirinya partai ini
Almarhum Vence Rumangkang (dua kanan), satu di antara pendiri Partai Demokrat yang mengetahui detail berdirinya partai ini (WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN (WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN)

Salah seorang pendiri Partai Demokrat Wisnu HKP Notonegoro alias Ki Ageng Noto mengkritik langkah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang mendaftarkan Demokrat ke Ditjen HAKI sebagai kekayaan intelektual pribadinya.

"Merek Demokrat yang sudah menjadi milik publik tidak semestinya didaftarkan atas nama pribadi. Karena fatsun politiknya, Demokrat bukan milik pribadi SBY," tegas Wisnu dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (17/4/2021).

Menurut Wisnu, jangankan memiliki, SBY bahkan tak bisa disebut sebagai pendiri Demokrat seperti yang selalu dihembuskan loyalis Cikeas.

Wisnu pun berkisah tentang sejarah berdirinya Demokrat, termasuk pemilihan logo yang ia gagas.

"Asal muasal digagasnya partai Demokrat 20 tahun lalu berawal dari gagalnya SBY mencalonkan diri sebagai Wapres pada Sidang Istimewa MPR-RI 2001. Awalnya SBY meragukan partai Demokrat bisa menjadi kendaraan politiknya. Ruang perpustakaan rumah Cikeas jadi saksi bisu pertemuan empat mata antara saya dan SBY, guna meyakinkan keseriusan kami membuat partai pengusung capres di pemilu 2004," urai Wisnu.

Baca juga: Rupiah Hari Ini Kembali Menguat ke Rp 14.515 per Dolar AS, Simak Ini Kurs di 5 Bank Besar

Baca juga: Masih Ingat Pelawak Kadir? Putrinya Cantik, Keturunan Arab, Mahasiswi Hukum, Berikut Potretnya

Usai pertemuan itu, dalam perjalanan pulang dari Cikeas di tengah malam, Wisnu mendapat inspirasi dari lambang segitiga Mercedez Benz di atas kap mobilnya, untuk diadopsi sebagai logo partai Demokrat.

"Keesokan harinya saya menghubungi Vence Rumangkang (pendiri Demokrat-red) sambil dinner ketemu di Hilton Hotel. Saya tunjukkan rancangan lambang partai Demokrat hasil inspirasi itu berikut arti dan maknanya," kenang Wisnu.

Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)
Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) (Istimewa)

Rancangan Wisnu kemudian disempurnakan di beberapa bagian atas masukan SBY, hingga menjadi lambang Demokrat kini.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved