Breaking News:

TRILOGI PEMBANGUNAN JEMAAT

BACAAN ALKITAB: 1 Petrus 1:3-12 “Buktikan Kemurnian Imanmu”

Hidup orang Kristen tidak pernah luput dari tantangan dan ujian sebagai sarana pemurnian. Tokoh-tokoh Alkitab dan persekutuan

Editor: Aswin_Lumintang
Kolase Tribun Manado/Foto: Istimewa
Kisah Petrus, Nelayan yang Jadi Penjala Manusia, Imannya Diuji Saat Menyangkal Yesus 3 Kali 

Adapun tujuan dari semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian iman atau dengan kata lain supaya iman menjadi teguh dalam kepercayaan yang sungguh-sungguh kepada Tuhan (1:7). Segala penderitaan, dukacita dan pencobaan adalah alat uji yang ampuh terhadap kemurnian iman.

Dalam ayat 7 ini terdapat komparasi antara iman dan emas, dimana kepercayaan kepada Allah (iman) lebih berharga daripada emas yang fana dan layaknya seperti emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api demikianlah iman diuji dengan api pemurnian sebagai proses yang Tuhan lakukan untuk menguduskan dan menyelamatkan umat pilihan-Nya sehingga memperoleh puji-pujian dan kemuliaan dan kehormatan pada hari penghakiman itu tiba. Jadi ujian bagi iman ibarat seperti api bagi emas untuk mengetahui kemurniannya.

Sebab iman yang teruji akan sanggup menembus batas logika dimana tetap mengasihi dan percaya dalam kesetiaan walaupun belum pernah bertemu dan melihat sosok yang dikasihi dan yang dipercayai itu (1:8). Keyakinan seperti inilah yang membawa setiap orang percaya untuk mencapai tujuan imannya yaitu keselamatan jiwa (1:9). Dengan demikian penulis hendak mengatakan bahwa letak kegembiraan orang beriman ada pada meyakini Yesus Kristus, sosok yang dikasihi dan yang dipercayai sebagai penyelamat dan pemelihara jiwa.

Kasih karunia Allah di dalam Yesus Kristus yang telah melewati penderitaan dan yang dimuliakan, menjadi berita Keselamatan yang telah disaksikan oleh para nabi sebagai penyataan Allah oleh kerja Roh Kudus. Uraian dalam ayat 10-12 merupakan pernyataan pendukung yang dipakai untuk menjelaskan dan menegaskan bahwa Yesus adalah Kristus (Ibr: Mesias) sebagai penggenapan nubuatan para nabi yang kini semua karya penggenapan-Nya telah menjadi berita Injil.

Maka sesungguhnya penulis sementara mengajarkan kepada jemaat Kristen masa itu untuk percaya dan mengakui Yesus sebagai Kristus seperti yang dinubuatkan oleh para nabi dan yang telah digenapi di dalam diri-Nya. Selain itu juga secara implisit terkandung ajaran bahwa penderitaan Kristus dalam ketaatan-Nya menjadi contoh nyata bagaimana bertahan di tengah penganiayaan dan kemuliaan Kristus yang menyusul sesudah itu adalah upah dari ketaatan yang juga dianugerahkan bagi orang yang setia bertahan dalam iman untuk menantikan hidup yang kekal bersama Dia.

 Makna dan Implikasi Firman
Iman yang murni dan sejati akan tetap bertahan di tengah penganiayaan dan penderitaan. Kehadiran gereja sebagaipersekutuan yang terus dibaharui dan yang membaharui diri adalah bukti karya Roh Kristus yang menuntun dan memampukan gereja-Nya melewati proses pemurnian dalam kesetiaan menunaikan tugas panggilan untuk bersekutu (Koinonia), bersaksi (Marturia) dan melayani (Diakonia).

Karya keselamatan yang melewati penderitaan, penghinaan, penyaliban dan kematian telah dikerjakan oleh Tuhan Yesus dalam ketaatan sehingga mencapai kemuliaan melalui kebangkitan-Nya dari antara orang mati. Hal ini menjadi berita Injil sekaligus teladan konkrit untuk senantiasa disiarkan dan diikuti dengan penuh ketaatan.

Sebab penderitaan Kristus di kayu salib telah menyediakan kehidupan baru selamalamanya bagi orang yang beriman kepada-Nya. Kristus yang telah bangkit dan menang atas maut menjadi sumber pengharapan setiap orang percaya bahwa kebangkitan dan kehidupan kekal jauh melebihi apapun juga. Percayalah bahwa Kristus yang bangkit dan hidup senantiasa menyertai dan menguatkan umat-Nya dalam pengharapan iman untuk tetap tabah dan setia sampai pewujudan kemuliaan sorgawi dinyatakan kepada setiap orang yang tekun dan beriman.

Penderitaan di dunia adalah kenyataan hidup yang harus dihadapi dengan berbagai keadaannya. Namun yang perlu digaris bawahi ialah bahwa penderitaan harus dilihat dari sudut pandang iman yakni untuk memurnikan bukan untuk menjatuhkan. Penderitaan karena kebenaran dalam Tuhan jauh lebih baik dari pada penderitaan akibat dari kejahatan karena ada kemuliaan yang menyusul sesudah itu (bnd. 1 Petrus. 1:11 & 3:17).

Karena itu apapun yang dialami saat ini, pandanglah sebagai cara Tuhan untuk memurnikan iman kita dan yakinlah bahwa dengan iman, kita dipelihara dalam kekuatan Allah (band. Ayat 5). Artinya beriman kepada Kristus akan menghasilkan kekuatan yang hanya dapat diperoleh apabila iman itu bertumbuh dan berbuah. Jika orang percaya mampu mengerjakannya, maka pasti iman yang kuat dan tahan uji akan diperoleh sehingga dunia dengan berbagai-bagai cobaan dan derita yang seketika lamanya tidak akan mampu menggoyahkan identitas kita sebagai anak Allah untuk selama-lamanya.

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved