Kamis, 11 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Penganiayaan

Sosok Pelaku Penganiayaan Perawat RS Siloam, Mengaku Polisi Ternyata Ini Profesinya

Ia juga menyuruh sang perawat untuk bersujud memohon maaf kepada keluarganya.

Tayang:
Editor: Fistel Mukuan
Wartakotalive.com/Istimewa
Kolase foto sosok JT, inisial seorang pria berbaju Marvel penganiaya perawat RS Siloam Sriwijaya Palembang, Christina Ramauli S merupakan anggota polisi. 

Menurut Kombes Pol Irvam, saat keributan terjadi, memang ada anggota polisi yang melerai.

"Pada saat keributan tersebut, memang ada anggota dari Dit Lantas Polda Sumsel yang menggenakan kaos putih untuk melerai, dan orang yang menggunakan baju putih itu mengatakan ia polisi dan ada keributan apa," ujarnya.

Kemudian pelaku bertanya 'mana buktinya kamu polisi', bukan mengaku bahwa pelaku JT adalah polisi.

"Saya pastikan pelaku (JT) bukan polisi," katanya.

Kombes Pol Irvan menjelaskan, anggota polisi yang sedang berada di Tempat Kejadian Perkara (TKP) sedang menemani istrinya yang sedang proses melahirkan.

"Netizen terlalu cepat mengambil kesimpulan dalam vidio tersebut. Jangan terburu-buru cermati terlebih dahulu sebelum menyimpulkan," tutupnya.

Usai Lakukan Penganiyaaan, JT Minta Maaf

Setelah ditangkap polisi, JT menyampaikan permintaan maaf. 

Ia mengaku menyesali perbuatannya. 

"Saya emosi sesaat dan saya menyesali perbuatan saya, saya benar-benar minta maaf kepada korban dan pihak RS Siloam," tutupnya.

Baca juga: Mendes PDTT, Menaker dan Menteri Pertanian Paling Berpeluang di Reshuffle, Ketua Parpol Sudah Tahu

Baca juga: Kata Warga Soal Gempa Tadi Jam 8: Kencang Sekali Walau Sedetik, di Lantai 2 Saya Sangat Terkejut

Baca juga: Tahukah Anda, Jenis-jenis Makanan Ini Bisa Jadi Racun Bagi Tubuh Meski Bergizi, Apa Saja?

Ditemui saat press release di Polrestabes Palembang, JT mengatakan mendengar anaknya menangis pada saat pulang dari RS Siloam ia emosi.

"Saya emosi hingga nekat mendatangi perawat tersebut di RS tersebut," ujarnya Sabtu (17/4/2021).

JT menjelaskan, yang membuatnya tambah emosi karena ia harus bolak balik menjenguk anaknya di RS tersebut, ditambah lelah bekerja.

"Anak saya sudah empat hari dirawat di sana dan saya harus bolak balik untuk menjenguknya. Mendengar infus anak saya dilepas hingga anak saya menangis saya tidak terima," katanya.

Informasi yang dihimpun anak pelaku mengidap penyakit radang paru-paru.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/4
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved