Torang Kanal
Puluhan Tahun Gembleng SDM Pariwisata, Ini Resep Guru Cantik SMK Negeri 3 Manado
Seorang guru wanita tampak sibuk. Ia mengawasi siswa, mondar mandir dari ruangan ke ruangan, sesekali memberi instruksi.
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Rizali Posumah
"Saya mengikuti Short Course Hospitality Management di kampus TAFE,New South Wales Sydney Australia selama 3 bulan dengan peserta yang lulus 6 orang dari Sumut, Lampung, Aceh, NTT, Jawa Timur dan Sulut," kata dia.
Prestasi yang ia raih sudah tak terhitung. Antaranya Instruktur Kurikulum 2013 Provinsi Sulut, Instruktur K13 Kota Manado Instruktur Virtual Digital (SEAMEO dan SEAMOLEC) Southeast Asian Ministers of Education Organization (SEAMEO) atau Organisasi Menteri - Menteri Pendidikan se Asia Tenggara serta
Intruktur terbaik se - Indonesia Bidang perhotelan mendapatkan penghargaan PIN Emas dan Sertifikat terbaik oleh Mendikbud dan kepala P4TK Bisnis.
Tekun menjalani profesi guru membuatnya paham betul suka duka sebagai pengajar. Menurutnya, tantangan
guru kian berat.
"Menjadi guru bukanlah hal yang mudah terutama di era disrupsi ini dimana kita harus dapat menyesuaikan dan beradaptasi dengan siswa milenial," ujarnya.
Kata dia, selangkah saja tidak update informasi akan berakibat tertinggal jauh dari siswa.
Ia mengaku ada kebanggaan dan perasaan sukses ketika dirinya melihat kesuksesan siswa.
"Memang peran guru tidak tergantikan oleh mesin tetapi jika tidak mengupragrade diri akan mudah tereplace dengan sendirinya," katanya.
Jevie akan merasa sangat berduka jika tak bisa membentuk siswa yang punya passion vokasi. Passion itu sangat penting bagi siswa untuk masuk dunia kerja.
"Itulah duka kami," kata dia.
Wanita berkulit putih ini mengaku menggembleng anak didiknya dengan pendidikan karakter.
Slogan yang ia tanamkan yakni Hospitality serve with Heart dan ia bangga jika ketemu siswanya yang menanamkan slogan itu dalam pekerjaan sehari hari.
"Saya menanamkan pengertian kepada siswa bahwa ketika kita kehilangan kekayaan, kita tidak kehilangan apa-apa, tetapi ketika kita kehilangan karakter, kita kehilangan semuanya," ujar dia.
Di masa pendemi, dimana pembelajaran tatap muka dibatasi, Jevie menerapkan sistem pembelajaran Blended Learning yaitu menggabungkan pembelajaran yang di lakukan secara daring/virtual dan secara tatap muka (face to face).
"Dengan cara pemberian materi teori melalui aplikasi Zoom di dukung dengan platform Class dojo yang dapat di pantau oleh parents/ orangtua ketika siswa daring atau membuat tugas, melalui Video Pembelajaran, web blog, whatsapp. Untuk Practice/praktek di padukan dengan tatap muka secara kelompok ( 3 s,d 5 siswa di sekolah) dengan mengedepankan protocol kesehatan. Melalui penerapan Blended Learning memberikan kemudahan bagi siswa khususnya mata pelajaran produktif kejuruan," kata dia.
Ditanya ketertarikannya pada dunia pariwisata, dia membeber jawaban filosofis.