Breaking News:

Reshuffle Kabinet

Pengamat Minta Presiden Pakai Survei Jadi Alat Ukur Reshuffle Kabinet, Jangan Sharing Power

Reshuffle Kabinet Jokowi dan Ma'ruf Amin menjadi perbincangan paling ramai pekan ini. Apalagi ada yang menyebutkan perombakan

Editor: Aswin_Lumintang
bambang dan Nadiem 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Reshuffle Kabinet Jokowi dan Ma'ruf Amin menjadi perbincangan paling ramai pekan ini. Apalagi ada yang menyebutkan perombakan besar-besaran dan terakhir di Kabinet Indonesia Maju akan terjadi dalam waktu dekat.

Berbagai kalangan pun mulai memberikan masukan, saran kepada Presiden terkait figur-figur yang harus diganti maupun dipertahankan dengan berbagai alasan.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) diharapkan memiliki alat ukur dan pedoman yang jelas dalam melakukan reshuffle kabinet.

Presiden Jokowi
Presiden Jokowi (Tangkap Layar Instagram jokowi)

Hal itu diungkapkan Direktur Eksekutif Voxpol Center, Pangi Syarwi Chaniago.

"Presiden untuk melakukan reshuffle sudah harus pegang data survei soal kementerian yang berkinerja baik, sebagai alat ukur atau pedoman sebelum melakukan reshuffle," ungkapnya saat dihubungi Tribunnews.com, Rabu (14/4/2021).

Pangi mengungkapkan jangan sampai Presiden Jokowi memutuskan perombakan berdasar pada tingkat populisme para menteri.

"Jangan sampai menteri yang selama ini kinerjanya bagus tapi karena kurang populis justru kena reshuffle."

"Sebaliknya yang kinerjanya tidak terukur, kerjanya menteri tersebut tidak nyata kerjanya namun karena populis, media frendly, selalu tampil di media, selamat dari reshuffle," ungkapnya.

Analis Politik Sekaligus Direktur Esksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago

Presiden Jokowi, lanjut Pangi, semestinya tidak mendasari keputusan perombakan kabinet berdasar sharing power atau pembagian kekuasaan.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved