Breaking News:

Berita Sitaro

Cuaca Ekstrem, Ini Imbauan Bupati Sitaro Evangelian Sasingen

Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berpotensi terjadi di wilayah perairan laut Sulut

ist
Evangelian Sasingen 

Laporan Kontributor Tribun Manado, Octavianus Hermanses

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID- Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berpotensi terjadi di wilayah perairan laut Sulawesi Utara dan sekitarnya, terhitung sejak 16 April hingga 17 April 2021 mendatang.

Dalam narasinya, BMKG menyebut kondisi ini dipicu adanya badai siklon tropis di Samudera Pasifik Utara Papua dengan kecepatan angin maksimum 50 knot bergerak ke arah barat laut.

Hal ini dapat meningkatkan pertumbuhan awan konvektif, kecepatan angin dan meningkatkan tinggi gelombang laut.

Baca juga: Olly Dondokambey-Steven Kandouw Sempurnakan Rencana Pembangunan, Ini 5 Sasaran Hingga 2026

Baca juga: Warisan TGR Era Pemerintahan Jimmy Eman Siap Dituntaskan, Ini Kata Pj Sekkot Tomohon

Baca juga: Frangky Takasihaeng, Pelaku Usaha UPI Curhat ke Wamendag Jerry Sambuaga

Menyikapi peringatan dini tersebut, Bupati Kepulauan Siau Tagulandang Biaro, Evangelian Sasingen meminta masyarakat untuk lebih waspada menghadapi dampak dari cuaca ekstrem.

Seperti puting beliung, hujan lebat disertai kilat/petir dan gelombang tinggi di perairan laut Sulawesi Utara, termasuk Kabupaten Kepulauan Sitaro.

"Saya mengimbau kepada warga khususnya yang bermukim di tempat-tempat rawan bencana untuk lebih waspada mengingat cuaca ekstrem ini bisa berdampak terjadinya banjir, tanah longsor, banjir bandang dan angin kencang," ungkap Sasingen sebagimana dikutip dari Halaman Facebook Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Setda Sitaro, Kamis (15/04/2021).

Baca juga: Artis Pemain Sinetron Berinisial JS Ditangkap Polisi Terlibat Penyalahgunaan Narkoba

Baca juga: Sosok Merliaty Simanjuntak, Istri Bupati Sumba Timur, Terjang Lumpur dan Pikul Bantuan Korban Banjir

Baca juga: Kecelakaan Maut Tadi Siang, Gadis 19 Tahun Tewas Terlindas, Bus Ugal-ugalan Senggol Motor Korban

Imbauan serupa juga ditujukan kepada masyarakat pengguna transportasi laut termasuk para nelayan.

Bupati mengingatkan untuk meningkatkan kewaspadaan dalam mencari ikan ataupun melakukan aktivitas pelayaran karena adanya ancaman gelombang tinggi di perairan Sulawesi Utara.

"Jangan menganggap sepele adanya bibit siklon ini. Mari sama-sama kita waspada dan berhati-hati agar tidak terjadi hal buruk yang tidak kita inginkan," kata Sasingen.

Baca juga: 14 KPPS di Desa Tabilaa Resmi Dilantik, Pjs Sangadi Harapkan Kerja Profesional 

Baca juga: Jelang Reshuffle Kabinet, Olly Dondokambey Standby di Sulut, Hadiri Peresmian SPBU, Jamu WAKASAL

Baca juga: Kelakuan Lucinta Luna Tunggangi Lumba-lumba Berenang Terbalik, Tuai Kritik Susi Pudjiastuti

Ia pun meminta seluruh jajaran OPD terkait di lingkup pemerintah daerah, khususnya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sitaro untuk terus melakukan monitoring di seluruh wilayah di Sitaro, khususnya daerah-daerah rawan bencana alam.

"Semua stakeholder harus bersiaga dalam menghadapi ancaman atau dampak buruk dari siklon tropis ini," kunci bupati.

Berdasarkan peringatan dini dari BMKG, tinggi gelombang di wilayah perairan Kepulauan Sitaro berpeluang mencapai 1.25 sampai 2,5 meter atau masuk kategori moderat.

Selain Sitaro, daerah-daerah lain yang masuk kategori moderat antara lain Laut Sulawesi bagian tengah, perairan Utara Sulut, perairan Selatan Sulut serta perairan Bitung dan Likupang. (HER) 

Baca juga: Begini Penjelasan BMKG Terhadap Badai yang Menerjang Kota Manado

Baca juga: Warisan TGR Era Pemerintahan Jimmy Eman Siap Dituntaskan, Ini Kata Pj Sekkot Tomohon

Baca juga: Felicia Tissue Buka Kembali Instagram, Tapi Foto Kaesang Tak Ada, Sudah Move On?

YOUTUBE TRIBUN MANADO

Penulis: Octavian Hermanses
Editor: David_Kusuma
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved