Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kapolri

TEGAS Kapolri Perintahkan Propam Jangan Pandang Bulu, Jika Melanggar Dibina, Kalau Tidak Binasakan

”Terhadap yang melakukan pidana, utamanya narkoba, kalau memang sudah tidak bisa diperbaiki, kalau sudah tidak bisa dibina, ya sudah binasakan saja,”

Editor: Fistel Mukuan
Instagram divisihumaspolri
Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. 

Ia mengatakan, peningkatan jumlah pelanggaran oleh anggota itu terjadi dari sisi kualitas dan kuantitas.

Menurutnya, hal itu tercermin dalam beberapa tahun terakhir.

Berdasar data yang dipaparkan Sambo, pelanggaran disiplin sepanjang 2018 sebanyak 2.417, kemudian meningkat 3,6 persen pada 2019 menjadi 2.503.

Tetapi, pada 2020 pelanggaran meningkat menjadi 3.304 atau bertambah 32 persen.

Untuk pelanggaran kode etik profesi polri (KEPP), jumlahnya mencapai 1.203 pada 2018.

Angka itu, kata Sambo, sempat menurun pada 2019 menjadi 1.021 atau berkurang 15 persen.

Hanya saja, jumlahnya meningkat tajam pada 2020 menjadi 2.081 atau lebih dari 100 persen.

Terakhir, pelanggaran pidana oleh anggota polisi mencapai 1.036 kasus pada 2018, turun menjadi 627 pelanggaran pada 2019, dan naik kembali menjadi 1.024 pada 2020.

Sambo menuturkan saat ini pihaknya sedang mendalami penyebab pelanggaran anggota polisi kian meningkat.

Hal itu untuk mengetahui akar masalahnya dan dilakukan pencegahan.

Baca juga: Olly Dondokambey Ancam Pelaku Coba Mainkan Harga Sembako, Gubernur : Torang Loku Pa Dorang!

Baca juga: Sosok Prananda Prabowo, Kakak Puan Maharani Diisukan Jadi Penerus Megawati Sebagai Ketum PDIP

Baca juga: Reshuffle Kabinet Jokowi Makin Kencang, Nama Olly Dondokambey dan Abdul Muti Mencuat

“Kami laporkan kepada Bapak Kapolri bahwa, Div Propam Polri bersama tim independen dari akademisi sedang berlangsung pelaksanaan penelitian dan survei tentang penyebab meningkatnya pelanggaran anggota Polri,"

"Sehingga dengan data yang tepat, melalui penelitian dan survei akurat dapat dirumuskan pula penanganan pelanggaran Polri ke depan,” ujar Sambo.

Dalam hal ini, kata dia, Rakernis yang digelar pada 2021 ini pun ditujukan untuk mengoptimalisasikan peran Propam dalam mencegah dan menekan pelanggaran anggota terjadi.

Sehingga, kata dia, anggota Divisi Propam dapat bekerja secara profesional, objektif dan transparan dalam menegakkan hukum ataupun pelanggaran disiplin dan kode etik oleh anggota kepolisian di lapangan.

"Mulai hari kemarin diberikan beberapa petunjuk teknis dan taktis oleh para karo, kabag dari Divisi Propam Polri. Penambahan pengetahuan tentang hak asasi manusia, ilmu komunikasi dan aturan hukum lainnya," katanya.(tribun network/igm/dod)

Artikel ini telah tayang di tribun-medan.com dengan judul Kapolri Perintahkan Propam 'Selesaikan' Anggota Bermasalah: Kalau Tidak Bisa Dibina, Binasakan, https://medan.tribunnews.com/2021/04/14/kapolri-perintahkan-propam-selesaikan-anggota-bermasalah-kalau-tidak-bisa-dibina-binasakan?page=all

Berita lain terkait Kapolri

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved