Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Nasional

Ingat Warga Sumurgeneng Kaya Mendadak? Beli Puluhan Mobil Mewah, Kini Uang Tinggal Sedikit

Dikabarkan uang warga yang awalnya sampai miliaran kini cuma tersisa jutaan.

Editor: Alpen Martinus
istimewa
Warga Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, beli mobil ramai-ramai. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Beberapa waktu lalu, masyarakat Indonesia sepat dibuat terkejut dengan aksi Warga kampung Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, sempat kaya mendadak.

Mereka tiba-tiba menjual tanah mereka kepada perusahaan kilang minyak.

Seketika mereka menjadi miliarder dari hasil jualan tanah.

Kekayaan warga berasal dari tanah milik mereka yang diganti untung

untuk proyek kilang minyak Tuban New Grass Root Refinery (NGRR).

Baca juga: Penyakit Ashanty Makin Parah, Seluruh Tubuh Dipenuhi Ruam, Akan Berobat ke Turki

Warga bahkan berlomba-lomba membeli mobil dari hasil jual tanah tersebut.

Tidak cukup satu, mobil mewah dibeli sampai tiga unit.

Namun kini kabar tak sedap tengah berhembus untuk warga kampung miliarder.

Dikabarkan uang warga yang awalnya sampai miliaran kini cuma tersisa jutaan.

Kepala Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Gihanto angkat bicara menanggapi kabar tersebut.

Baca juga: Potret Bayi Hidung Pinokio, Tetap Tertawa Menggemaskan Meski Itu Tumor Berbahaya

Ia tidak membantah jika ada miliarder yang uangnya tinggal sedikit.

Tapi kalau masih sisa Rp 50 juta sepertinya tidak.

Ia memperkirakan, sisa uang warga masih mencapai angka miliaran. Seperti Rp 1-1,5 miliar.

"Saya kira tidak sampai segitu, itu kan hanya pengakuannya," ujar Kades kepada wartawan, Jumat (9/4/2021).

Baca juga: Potret Kehidupan Pinkan Mambo, Pasca Jatuh Miskin dan Depresi

Dia menjelaskan, kalaupun uang warga habis tetap banyak yang dibelikan aset ataupun ditabung.

Mungkin ada kekhawatiran juga selama ini koar-koar punya uang banyak.

Sementara untuk Kamtibmas sendiri sampai sekarang masih aman.

"Kalau perasaan saya biasa saja, uang warga banyak untuk membeli aset," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya saat masih viral, Kepala Desa Sumurgeneng

Gihanto menyatakan, hingga kini sejak pencairan penjualan tanah warga

untuk proyek kilang minyak Grass Root Refinery (GRR) Pertamina-Rosneft asal Rusia,

sudah ada 176 mobil baru yang dibeli.

Mobil yang dibeli warga itupun berbagai macam jenis,

seperti kijang Innova, Honda HR-V, Fortuner, Pajero dan Honda Jazz.

"Sudah ada 176 mobil baru yang datang, itu tidak langsung bersamaan,

yang datang bareng ya 17 mobil minggu kemarin," ujarnya, Minggu (21/2/2021).

Kades menambahkan, ada 840 KK warga di desanya,

namun yang lahannya dibeli perusahaan plat merah sekitar 225 KK.

Harga yang diterima warga untuk penjualan tanah per meter mulai dari Rp 600-800 ribu.

Sehingga penjualan yang didapat warga rata-rata mencapai miliaran rupiah.

Untuk penjualan tanah paling sedikit Rp 36 juta, paling banyak warga sini Rp 26 miliar,

sedangkan ada warga luar mendapat Rp 28 miliar.

"Kalau rata-rata Rp 8 miliar, satu rumah ada yang beli 2-3 mobil.

Sisanya buat beli tanah lagi, tabungan, bangun rumah dan usaha," pungkasnya.

Sekadar diketahui, lahan warga dihargai apraisal Rp 600-800 ribu per meter, menyesuaikan lokasi.

Kebutuhan lahan untuk pembangunan kilang minyak GRR seluas 821 hektar.

Rinciannya, lahan warga 384 hektar di Desa Sumurgeneng,

Kaliuntu dan Wadung, KLHK 328 hektar dan Perhutani 109 hektar.

Investasi kilang minyak dengan nilai 16 miliar USD atau setara 225 triliun itu rencananya akan beroperasi di 2026.

Kilang GRR ditarget mampu produksi 300 ribu barel per hari.

Artikel ini telah tayang di sripoku.com dengan judul Sempat Kaya Mendadak, Sisa Uang Warga Tuban Dikabarkan Tinggal Segini, Pak Kades Angkat Bicara

Berita lain terkait Penduduk Desa Kaya Mendadak

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved