Berita Kotamobagu
Penjelasan Disdagkop-UKM Kotamobagu Perihal Kenaikan Harga Bahan Pokok
Kenaikan harga bahan pokok di Kotamobagu tentu saja tak hanya dirasakan oleh pembeli.
Penulis: Theza Gobel | Editor: Dewangga Ardhiananta
Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Kenaikan harga bahan pokok di Kotamobagu, Provinsi Sulawesi Utara ( Sulut) tentu saja tak hanya dirasakan oleh pembeli.
Pedagang juga merasakan hal serupa.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Perdagangan, Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM (Disdagkop-UKM) Kotamobagu, Apri Paputungan,
memberikan penjelasan bahwa kenaikan harga bahan pokok seperti cabai saat ini berlaku secara nasional.
Baca juga: Suara Queen Hibur Hadirin, Yayasan Kanker Anak Pejuang Hebat Sulut Dilantik
Baca juga: Shin Tae-yong Kenakan Seragam Rumah Sakit, Muncul Setelah Menghilang Selama 2 Pekan
Baca juga: 30 Warga Kotamobagu Masih Jalani Isolasi Mandiri di Rumah
Selain itu, tanaman ini diserang hama, menyebabkan banyak stok cabai berkurang di pasar.
“Kami sudah melakukan pemantauan dengan turun ke pasar,
juga meninjau beberapa petani cabai terkait isu hama yang menyerang tanaman ini,
dan kami pun melihat berita nasional bahwa kenaikan harga cabai ini tidak hanya di tataran lokal namun nasional,
dan bertepatan saat ini menjelang bulan suci Ramadhan,” katanya.
Ia menambahkan, untuk harga tomat masih murah kalau berasal dari dari daerah Langowan,
tetapi tomat dari Purworejo, Bolaang Mongondow Timur, harganya cukup mahal.
“Saat ini ada dua jenis tomat yang beredar di pasaran.
Satunya dari Langowan yang berkisar Rp. 7 ribu per kilogram,
sedangkan satunya lagi tomat dari Purworejo harganya Rp. 10 ribu.
Tetapi tomat dari Purworejo bisa tahan lama dan kulitnya tebal, jika dibandingkan dari Langowan, cepat busuk,” katanya ketika dihubungi media, Rabu (07/04/2021).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/ilustrasi-transaksi-jual-beli-di-pasar.jpg)