Penangkapan Teroris
Terduga Teroris SH, Khotbahnya Tak Disukai Warga, Ketua RT Bongkar Fakta: Tak Tahu dari Aliran Mana
Ketua RT Cetan-Ceper beberkan keseharian terduga teroris SH. Sering ceramah tapi tidak disukai warga karena tidak tahu alirannya dari mana.
Ambar Suseno menjelaskan juga aktivitas terduga sebelum ditangkap, SH sempat menghadiri layatan di lingkungan rumah tinggalnya kawasan Desa Cetan, Kamis (1/4/2021).
"Kemarin Kamis ada warga yang meninggal dunia sekira pukul 21.00 WIB," katanya.
"Orang-orang kampung melayat hingga 23.00 WIB, termasuk J," tambahnya.
Seusai layatan, J kemudian ikut berbincang dengan bapak-bapak kampung di pos ronda sekira pukul 23.00 WIB sebelum akhirnya pulang ke rumah.
"Warga tidak menaruh curiga kepadanya," ucap Ambar.
Ambar mengungkapkan sejumlah personel yang diduga dari kepolisian sudah berkeliling di kawasan rumah terduga teroris malam harinya.
Sekira pukul 04.30 WIB, sejumlah personel yang diduga yang kepolisian menangkap J.
Namun, Ambar tidak tahu pasti detail penangkapan terduga teroris tersebut.
"Saat pemakaman Jumat (2/4/2021) pukul 10.00 WIB, J sudah tidak terlihat," ungkapnya.
Tak berselang lama, Ambar kemudian diberitahu akan ada penggeledahan rumah terduga teroris sekira pukul 18.30 WIB.
SH diamankan bersama dua orang terduga teroris lainnya yang berasal dari Klaten.
Diketahui, Densus 88 melakukan penangkapan terhadap tiga terduga teroris asal Klaten di tiga lokasi yang berbeda.
Mereka diamankan di Kecamatan Tulung, Kecamatan Prambanan, dan Kecamatan Ceper. (Adi Surya Samodra)
Artikel ini telah tayang di Tribunsolo.com dengan judul Terduga Teroris asal Ceper Sering Isi Khotbah, Ketua RT: Warga Kurang Suka Dengan Isi Ceramahnya,