Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kabar Tokoh

Ingat Dewi Tanjung, Politisi Kontroversial? Kini Muncul Buat Heboh Lagi, Para Zombie RI Jadi Sasaran

Dewi Tanjung kembali mengeluarkan penyataan kontroversial, sindir pelaku terorisme Bom Makassar hingga teror di Mabes Polri.

Editor: Frandi Piring
Tangkapan layar akun Youtube Dewi Tanjung
Politisi PDIP Dewi Tanjung. Kabar terbaru singgung pelaku terorisme di Makassar dan di Mabes Polri. 

K.H. Zaitun Rasmin pun menyampaikan, selain sebagai Wakil Sekretaris jenderal MUI, dirinya juga merupakan Ketua Umum Wahdah Islamiyah Indonesia.

Dalam organisasi Islam tersebut, banyak anggotanya yang mengenakan cadar dan celana cungkring, padahal diungkapkannya ketentuan memakai cadar adalah sunnah.

"Banyak yang pakai cadar, tetapi tidak satu pun, Alhamdulillah yang berpikiran ekstrim, kita menyanyikan Indonesia Raya, kita juga sangat bergaul, pandangan kami kepada non muslim jelas sekali berdasarkan Alquran.

Jangankan, jangankan, kita tidak boleh menyakiti mereka, berbuat baik pada orang kafir, orang non muslim, itu adalah sesuatu yang dibenarkan,

walaupun dalam istilah 'kafir' bagi kami juga jelas dari Al Quran dan orang-orang yang berlebihan saja yang melarang-larang," kata K.H. Zaitun Rasmin.

"Istilah kafir itu tidak satu pun saya temukan di Indonesia yang pernah memanggil nonmuslim, 'kafir', belum pernah, sepanjang saya hidup.

Bahkan dalam pertemuan ya bang Karni, kalau ada pertemuan nonmuslim-muslim.

Belum ada satu pun yang bilang, 'bapak-bapak, ibu-ibu selain kita di sini orang muslim ada orang kafir'.

Tidak, tidak ada. pasti menyebut, 'bapak-bapak, di sini ada muslim, di sini juga ada saudara kita orang Hindu, ada sodara kita orang Nasrani, dan seterusnya'," tambahnya.

K.H. Zaitun Rasmin berharap agar pemerintah tidak membesarkan masalah, khususnya larangan pemakaian cadar dan celana cingkrang.

Dirinya justru mempertanyakan jumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) yang memakai cadar atau celana cingkrang di Kementerian Agama atau Kementerian lainnya yang menurutnya sangat sedikit atau tidak ada sama sekali.

"Nah ini juga hal yang patut kita garisbawahi, dan masalah keagamaan adalah hal yang sangat-sangat sakral di negeri kita ini. Dan umat pasti akan selalu berusaha mengamalkan yang terbaik.

Saya juga ingin menyampaikan tidak usah terlalu khawatir, Indonesia ini, dengan perkembangan cadar tidak akan berubah menjadi mayoritas pakai cadar,

sama dengan jilbab, sampai sekarang masih b oleh dikatakan 50:50 yang pakai jilbab dengan yang tidak pakai jilbab," katanya.

(Tribunnewswiki.com/Wartakotalive.com)

Halaman
1234
Sumber: TribunnewsWiki
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved