Sabtu, 9 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kecelakaan Lalu Lintas

INNALILLAHI, Seorang Guru Olahraga Tewas Mengenaskan Alami Kecelakaan Maut Terlindas Truk Kontainer

Terjadi kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk, Banjar Penyalin, Desa Samsam, Kecamatan Kerambitan, Tabanan

Tayang:
Editor: Glendi Manengal
Istimewa
Foto Pengendara motor tewas terlindas truk alami kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk. Selasa (30/3/2021) pagi. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Terjadi kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk, Banjar Penyalin, Desa Samsam, Kecamatan Kerambitan, Tabanan.

Peristiwa itu melibatkan kendaran sepeda motor dan truk yang terjadi pada Selasa 30 Maret 2021 pagi.

Akibat kecelakaan tersebut seorang guru tewas di lokasi kejadian.

Baca juga: Anak Perusahaan Kimia Farma Buka Lowongan Kerja Terbaru, Ini Syarat dan Link Daftar

Baca juga: Kubu Moeldoko Resmi Ditolak Pemerintah, Putra Presiden SBY Tetap Jabat Ketua Umum Partai Demokrat

Baca juga: Kecelakaan Maut, Guru Olahraga Tewas di Tempat, Korban Oleng Kemudian Terlindas Truk

Sehari 3 Lakalantas Terjadi di <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/tabanan' title='Tabanan'>Tabanan</a>, 2 Warga Tewas di TKP, 1 Truk Bermuatan Palen-palen Nyungsep

Foto : Kondisi korban usai alami kecelakan di Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk, Banjar Penyalin, Desa Samsam, Kecamatan Kerambitan, Tabanan, Selasa 30 Maret 2021. (Polres Tabanan)

Perbekel Batungsel, I Wayan Ardijaya membenarkan bahwa korban kecelakaan di perempatan Penyalin, Desa Samsam, Kecamatan Kerambitan, Tabanan, adalah warganya yang berasal dari Banjar Batungsel Kelod.

Ia merupakan seorang guru di SDN 1 Batungsel.

Ia memegang mata pelajaran Penjaskes atau Guru Olahraga.

"Nggih, setelah kita pastikan korban Pak Mustika itu adalah warga kami asal Banjar Batungsel Kelod," kata Ardijaya saat dikonfirmasi, Selasa 30 Maret 2021.

Dia melanjutkan, dalam sehari-harinya korban ini melakukan aktivitas seperti biasa.

Yakni sebagai guru dan terkadang menggarap kebunnya ketika pulang sekolah (sebelum pandemi).

Disinggung mengenai apakah korban merupakan pembina bidang olahraga seperti voli, sepak bola, bulutangkis atau lainnya di Desa Batungsel, Perbekel menyatakan tidak ada.

Korban ini memang fokus untuk mengajar sebagai guru olahraga saja.

"Tidak ada membina olahraga, yang jelas yang bersangkutan hanya fokus sebagai guru olahraga tersebut," kata dia.

Kemudiaan mengenai upacara pengabenan korban, Ardijaya menyatakan masih belum menerima informasi pasti dari keluarga terkait upacarannya.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved