Minggu, 19 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Bom di Makassar

Pasangan Ini Baru Nikah 6 Bulan, Tegur Ibunya Kalau Begini, Didikan Villa Mutiara

Pasangan suami istri pelaku bom bunuh diri masih terus menjadi perbincangan. Ternyata keduanya belum lama menikah

Editor: Aswin_Lumintang
Kolase Foto Istimewa
Dua pelaku bom bunuh diri di depan Gereja Makassar ternyata suami istri, baru nikah 6 bulan. 

Selain peran tersebut, Listyo juga menyebut L dan YSF juga berperan membeli bahan yang akan digunakan untuk alat bom bunuh diri.

Tidak hanya kedua pasangan suami istri, peran merencanakan bom bunuh diri dan mempersiapkan bahan peledak itu, kata Listyo, juga melibatkan 4 warga Bima, Nusa Tenggara Barat.

Keempatnya sebelumnya diamankan pascaledakan bom bunuh diri di Makassar.

"Sampai dengan hari ini kita sudah mengamankan 4 orang berinisial AS, SAS, MR, dan Aa di mana masing-masing perannya bersama-sama L dan YSF," ujar Listyo.

Baca juga: INFO Terbaru Terkait Pembelajaran Tatap Muka, Ini Penjelasan Menteri Nadiem Makarim

Baca juga: Rocky Gerung Curiga Suami Istri Ledakkan Bom saat Ada Ibadah dan Sidang HRS, Moeldoko Bicara Radikal

Sosok Pelaku Bom Bunuh Diri, Berubah Setelah Putuskan Berhenti Kuliah

Pria pelaku bom bunuh diri, Lukman, diketahui tinggal di Jalan Tinumbu I Lorong 132, kelurahan Bunga Ejaya, Kecamatan Bontoala, Makassar.

Ketua RW 1 Kelurahan Bunga Ejaya, Hamka mengatakan, Lukman ditinggal mati oleh ayahnya sejak umur 5 tahun. 

Menurutnya, perubahan anak sulung dari dua bersaudara itu mulai terasa saat ia memutuskan untuk berhenti kuliah.

"Dia kuliah dekat sini. Saya lupa kampus apa. Tapi tiba-tiba dia mau berhenti. Saya kasihan sama ibunya, karena dia tidak mau dilarang," jelasnya sebagaimana diberitakan TribunTimur. 

"Berubah, dia sering pulang malam, terus sudah tidak mau bergaul sama warga di sini. Dulu memang pendiam, tapi masih mau kumpul," lanjutnya. 

Setelah berhenti kuliah, tidak lama kemudian Lukman dikabarkan sudah menikah.

"Tiba-tiba menikah, tidak tahu orang mana itu (istrinya), kami tidak tahu karena tidak menikah lewat pemerintah atau menikah siri," katanya.

Setelah menikah Lukman bertambah keras dan sering kali menegur ibunya jika melakukan ritual adat seperti barasanji.

"Dia selalu tegur orang tuanya kalau barasanji, katanya bid'ah, tidak boleh. Bahkan Lukman ini tidak mau makan ayam atau sapi kalau bukan dia sendiri yang potong," tuturnya.

Hamka melanjutkan, perselisihan Lukman dan ibunya berakhir saat Lukman dan istrinya memilih meninggalkan rumah.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved