Banjir Bandang Sitaro
Banjir Bandang Sitaro Sulut, Kepala BPBD Bob Wuaten Imbau Warga Siaga karena Masih Hujan
Hingga berita ini diturunkan, lebih 100 warga mengungsi ke Gereja GMIST Bahu Sondang akibat banjir bandang dan longsor melanda Sitaro.
Penulis: Christian_Wayongkere | Editor: Jumadi Mappanganro
TRIBUNMANADO.CO.ID, Bitung – Kepala BPBD Sitaro Bob Wuaten ST mengimbau warga di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, tetap waspada.
Terutama mereka yang bermukim di lereng gunung dan tepi sungai.
"Hujan yang masih melanda daerah ini dikhawatirkan kembali menimbulkan banjir bandang diikuti longsor," jelas Bob Wuaten via telepon, Senin (29/3/2021) malam.
Hingga berita ini diturunkan, lebih 100 warga mengungsi ke Gereja GMIST Bahu Sondang akibat banjir bandang dan longsor melanda Sitaro, Senin (29/3/2021) sore.
Baca juga: Cara Mengatasi Cegukan, Coba Gunakan Cara Ini, Mudah Dilakukan
Lokasi bencana berada di lingkungan II ( Namitung ), Kelurahan Bahu, Kecamatan Siau Timur, Senin (29/3/2021).
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Siau, Tanggulandang dan Biaro atau disingkat Sitaro masih mendata para korban.

“Malam ini Pemkab Sitaro masih fokus bantu urus logistik untuk kebutuhan korban, terutama anak-anak,” kata Bob Wuaten.
Bob Wuaten menjelaskan, banjir bandang disusul longsor itu terjadi setelah wilayah itu di guyur hujan lebat sejak pagi hingga sore.
Akibatnya, material air, beserta batu hingga batang pohon, menutup jalan Kelurahan Bahu.
Hingga malam ini, tidak ada korban jiwa. Cuma kerusakan sejumlah rumah.
Baca juga: Sering Mengalami Sakit Gigi? Begini Cara Mengatasinya, Mudah Dilakukan
"Apa-apa yang rusak belum ada data persisnya karena saat ini masih hujan dan ada peringatan dini,” kata dia.

Tentang Kabupaten Kepulauan Sitaro
Kabupaten Kepulauan Sitaro terdiri tiga pulau besar yakni Siau, Tagulandang, dan Biaro.
Terdiri 10 kecamatan. Ibu kotanya Ondong Siau.
Jarak Manado ke Ondong Siau sekira 146 km via laut.