Bom Depan Katedral Makassar
Kisah Pengaman Gereja Ketedral di Manado, Pegang Daun Palma, Siap Berkorban Lindungi Jemaat
Para anggota LC terlihat siaga. Anggota jemaat yang tak dikenal ditanyai kemudian diperiksa jika membawa tas.
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Rizali Posumah
Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Aparat Brimob Polda Sulut dan ormas Legiun Christum (LC) berjaga Misa Palma di Ketedral Manado, Minggu (28/3/2021) malam.
Para anggota LC terlihat siaga. Anggota jemaat yang tak dikenal ditanyai kemudian diperiksa jika membawa tas.
Koordinasi dilakujan dengan anggota Polisi dan TNI.
Berlangsung di tengah hari Palma, para petugas LC beragama Katolik memegang daun palma.
Itu adalah simbol dari warga Yerusalem menyambut kedatangan Yesus yang menaiki keledai.
Boby Linelejan Ketua Pengamanan Internal Katedral mengatakan, pihaknya siap melindungi umat dari bahaya, bahkan bila harus mengorbankan diri.

"Tugas kami adalah melindungi jemaat," ujar dia.
Ia mengatakan, sudah punya SOP jika terjadi hal hal buruk.
Tapi ia yakin Manado dan Sulut akan aman.
"Aparat berjaga sangat ketat," kata dia.
Dikatakan Boby, pihaknya mengerahkan 15 anggota.
Bentuk pengamanan terbuka dan tertutup.
Sebut dia, pengamanan minggu jelang paskah memang selalu ketat.
"Apalagi sekarang dengan kejadian pemboman di makasar," katanya.
Amatan Tribun, misa berlangsung khidmat.