Sulut Respon Bom Makassar
Pengamat Terorisme UI: Perakit Bom Bunuh Diri Makassar Terlatih, Diduga Terkait Kelompok Lama
"Sasaran utamanya umat yang tengah beribadah di misa Minggu palma. Ini jelas targetnya orang banyak," kata Ridlwan kepada Tribun Manado, Minggu malam.
Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Rizali Posumah
Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID -Pengamat Intelijen dan Terorisme Universitas Indonesia (UI), Ridlwan Habib mengungkapkan, aksi teror bom bunuh diri di Katedral Makassar, Minggu (28/03/2021) diduga dilakukan kelompok teroris lama.
Ia mengatakan, mengidentifikasi aksi teror bisa dilihat dari sasaran, waktu serangan dan ciri bom yang digunakan.
"Sasaran utamanya umat yang tengah beribadah di misa Minggu palma. Ini jelas targetnya orang banyak," kata Ridlwan kepada Tribun Manado, Minggu malam.
Pelaku teror jelas tujuannya menciptakan teror dan ketakutan yang meluas.
"Sehingga orang panik, takut beribadah," jelasnya.
Tujuan lainnya, menciptakan distrust atau ketidak percayaan kepada pemerintah, terutama aparat.
Sementara dilihat dari ciri bom yang digunakan, Ridlwan bilang itu bukan bom sembarangan.
"Dilihat dari flare, nyala api serta kualitas asapnya ini bom yang dirakit orang terlatih," sebutnya.
Ia menduga bom tersebut jenis TATP. Bom serupa digunakan pelaku bom bunuh diri di Surabaya tahun 2018.
"Bom TATP yang bisa dibeli secara online," katanya.
Katanya, dilihat dari ciri tadi, pelaku atau perakit paham cara merakit bom
"Itu hanya bisa dilakukan oleh mantan napi terorisme atau DPO terorisme yang belum tertangkap," jelasnya.
Nah, siapa atau jaringan mana yang menjadi pelaku? Ridlwan bilang dua kelompok.
Pertama Jamaah Anshar Daulah (JAD) yang berafiliasinya kepada ISIS.
Kelompok ini, pada Januari lalu sedikitnya ada 20 orang terduga teroris dari JAD ditangkap di Makassar.