Habib Rizieq Shihab

Rizieq Shihab di Depan Hakim: ''Menkopolkuham Mahfud MD Penghasut Kerumunan, Bima Arya Koar-koar''

Sidang pembacaan eksepsi di PN Jakarta Timur itu digelar tertutup dan tak bisa diikuti publik secara langsung maupun online.

Editor: Frandi Piring
(KOMPAS.com)
Terdakwa Rizieq Shihab bacakan eksepsi di sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Terdakwa kasus kerumunan di Petamburan dan Megamendung serta kasus tes swab di Rumah Sakit Ummi Bogor, Rizieq Shihab menyinggung nama Menkopolhukam Mahfud MD dan Wali Kota Bogor Bima Arya.

Rizieq Shihab membacakan nota keberatan atau eksepsi di depan Majelis Hakim di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur.

Sidang eksepsi Rizieq Shihab digelar secara tatap muka, pada Jumat (26/3/2021).

Tapi, sidang pembacaan eksepsi di PN Jakarta Timur itu digelar tertutup dan tak bisa diikuti publik secara langsung maupun online.

Sebelumnya, diketahui bahwa sidang digelar secara online dan mendapat penolakan dari Rizieq beserta kuasa hukumnya.

Kolase foto Habib <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/rizieq-shihab' title='Rizieq Shihab'>Rizieq Shihab</a> dan <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/bima-arya' title='Bima Arya'>Bima Arya</a>.

Protes tersebut sudah dilayangkan Rizieq beserta kuasa hukumnya sejak sidang perdana yang digelar Selasa (16/3/2021).

Hingga akhirnya, dalam sidang Selasa (23/3/2021), Hakim Ketua Suparman Nyompa mengabulkan permohonan Rizieq untuk sidang digelar offline atau tatap muka, meski kenyataan sidang justru dilaksanakan secara tertutup.

Lantas, apa saja isi eksepsi  Rizieq Shihab dan tim kuasa hukumnya terkait kasus-kasus tersebut?

Berbekal surat eksepsi yang diterima Kompas.com dari kuasa hukum Rizieq Shihab, Aziz Yanuar, berikut isi eksepsi.

Baca juga: Kasus Pelanggaran Protokol Kesehatan, Rizieq Shihab: Tujuan Jahat untuk Habisi Saya dan Kawan-kawan!

Rizieq ungkit peran Mahfud MD

Melalui surat eksepsi yang diterima Kompas.com, dalam sidang, Rizieq mengaku heran mengapa kerumunan yang timbul saat dirinya tiba di Bandara Soekarno-Hatta malah tak diproses hukum.

Padahal, sebut dia, saat itu Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD menyampaikan ke publik bahwa dirinya akan tiba di Indonesia pada 10 November 2020.

Saat itu pula, kata Rizieq, Mahfud MD justru mempersilakan massa pendukung untuk menjemput di bandara.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved