Ekspor
Volume Ekspor dari Sulut ke Jepang Capai 383 Ton, Masih Didominasi Komoditas Perikanan
Ekspor langsung (direct call) komoditas perikanan dan pertanian dari Sulut ke Jepang tetap berlangsung meskipun diwarnai ragam kendala dan tantangan
Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: David_Kusuma
Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Ekspor langsung (direct call) komoditas perikanan dan pertanian
dari Sulut ke Jepang tetap berlangsung meskipun diwarnai ragam kendala dan tantangan.
General Manager Garuda Indonesia Manado, Vonny Pinontoan mengatakan, direct call tetap berlangsung.
Kata Vonny, hingga pengiriman ke 25 pada pekan ketiga Maret, volume ekspor komoditas perikanan dan pertanian dari Sulut mencapai 383.873 kilogram (kg) atau 383 ton.
Baca juga: James Arthur Kojongian Menanti Keputusan Mendagri, Pemprov Lengkapi Dokumen Pemecatan
Baca juga: Masih Ingat Jennifer Dunn? Kini Curhat, Sakit Hati Dihujat hingga Pilih Hapus Akun Instagram
Baca juga: Bocah 7 Tahun Tewas Ditembak Junta Militer Myanmar di Rumahnya, Demonstran Disebut Sebabkan Anarki
Sejauh ini, komoditas yang diekspor ke Jepang didominasi produk perikanan seperti tuna.
Selain itu ada hasil pertanian dan general cargo.
Di sisi lain, volume ekspor langsung ke Jepang masih fluktuatif.
Rekor tertinggi tercatat pada 6 Januari 2021, volume pengiriman mencapai 27 ton.
Naik turunnya volume tak lepas dari ketergantungan terhadap produk tuna dari Sulut, Ambon dan daerah sekitar.
"Kalau cuaca buruk, pasti tuna kurang, tentu volume juga ikut turun," kata Vonny.
Baca juga: James Arthur Kojongian Menanti Keputusan Mendagri, Pemprov Lengkapi Dokumen Pemecatan
Baca juga: ATM Dibobol hingga Uang Rp 254 Juta Ludes, Bukan Dicuri Tapi Dimakan Ternyata Pelakunya Seekor Tikus
Baca juga: Cewek Pemandu Lagu Tewas Dibunuh karena Dipicu Cinta Segi Empat, Polisi Ungkap Identitas Pelaku
Karena itu, ia bilang perlu ada upaya ekstra untuk menjaga agar direct call ini bisa bertahan.
Garuda Indonesia memandang, komoditas yang dikirim harus beragam.
Jika selama ini bergantung pada pasokan tuna, ke depan perlu didorong perbanyak produk pertanian dan general cargo.
"Kalau perikanan, sangat bergantung musim atau cuaca. Nah, kalau pertanian kan relatif lebih aman," ujarnya.
Baca juga: Ayus Sabyan dan Ririe Fairus Resmi Bercerai, Kini Sandang Status Duda
Baca juga: TAK Banyak yang Tahu Kalau Ivan Gunawan Pernah Jalani Ritual Gaib, Seluruh Tubuhnya Dipasang Susuk
Baca juga: Dolvin Karwur: Laporkan ke Dinas Kalau Ada Guru Honor yang Gajinya Belum Dibayarkan Pihak Sekolah
Di sisi lain, Garuda bertekad agar Manado ini bisa jadi hub khusus produk perikanan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/loading-ekspor-perikanan-di-bandara-samrat.jpg)