News Analysis
Pengamat Politik Nilai Harus Ada Langkah dan Strategi Jitu Dari Ketua DPD Golkar Sulut
Josef Kairupan mengatakan desakan penggantian Ketua Golkar Sulut akibat kegagalan dalam pertarungan pilkada di sulut adalah hal wajar-wajar saja.
Penulis: Hesly Marentek | Editor: Rizali Posumah
Manado TRIBUNMANADO.CO.ID -- Pasca kekalahan telak di Pilkada 2020, Partai Golkar Sulut seakan diterpa isu gonjang-ganjing.
Sekelompok orang yang mengatasnamakan sesepuh Partai Golkar Sulut mendesak agar Ketua DPD Golkar Sulut Christiany Eugenia Paruntu (CEP) mengundurkan diri.
Desakan tersebut karena CEP dinilai gagal membawa Partai Golkar Sulut memenangkan semua pertarungan Pilkada Sulut.
Terkait hal ini pengamat politik Josef Kairupan mengatakan desakan penggantian Ketua parpol khususnya Golkar Sulut akibat kegagalan dalam pertarungan pilkada di sulut adalah suatu hal wajar-wajar saja.
"Hal ini sebagai bentuk ekspresi kekecewaan khususnya dari sesepuh yg menghendaki kembalinya kejayaan Partai Golkar. Apalagi saat menjelang pilkada lalu sempat terjadi kekisruhan yg menyebabkan terkotak kotaknya kekuatan Golkar. Akibat dari kekecewaan kader yang telah lama berjuang untuk Golkar dan membesarkan Golkar akhirnya harus tereliminasi," kata Kairupan.
Lebih lanjut, menurutnya sebagai partai yang tertua dan pernah menjadi partai terbesar seharusnya Golkar jeli dan cermat membaca situasi dan kondisi progres politik.
Serta keinginan publik terhadap figur seorang pemimpin, kepentingan dan tujuan dengan tetap menjaga marwah partai harus didahulukan ketimbang infiltrasi kepentingan kelompok atau golongan yang ada diinternal kader golkar sendiri.
Sehingga perbedaan pandangan dapat diminimalisir yang imbasnya Golkar sulut tetap solid dan kompak.
"Kenyataan yang terjadi saat ini dengan kekalahan di semua lini kekuasaan baik di legislatif, maupun eksekutif menggambarkan kurang solidnya pergerakan kader Partai Golkar untuk menjaga marwah perjuangan Partai," nilai Akademisi Unsrat ini.
Untuk itu, peran pemimpin dalam hal ini ketua DPD I Partai Golkar sangat strategis untuk mengembalikan kekuatan Golkar di Sulut.
"Harus ada langkah dan strategi jitu dari ketua DPD I untuk kembali merangkul dan mengembalikan kepercayaan kader. Jika hal ini tidak dilakukan maka desakan pergantian atau pengunduran diri terhadap ketua DPD I akan semakin kuat, bahkan akan lebih banyak lagi kader yang bergabung dengan kekuatan ini. Sehingga semakin melemahkan kepemimpinan ketua DPD I saat ini," terang Kairupan.
Adapun tren yang populer saat ini Ketua Parpol identik dengan mereka yang memiliki kekuasaan atau jabatan publik.
Sehingga ketika seorang ketua parpol tidak lagi menduduki jabatan publik maka desakan pergantian pun semakin mencuat.
Serta ditambah lagi jika luka lama tidak terobati maka semakin membekas dan tidak akan pernah sembuh.
"Andaikata sekalipun ada pergantian Ketua DPD I Golkar Sulut, maka selayaknya perlu dilakukan kajian dan analisa mendalam terhadap siapa sosok yang layak. Bukan hanya sekedar parameter like orang dislike, agar Golkar kedepannya kembali meraih simpati dan kepercayaan rakyat, tergantung dari internal golkar sendiri untuk menentukan sosok figur pemimpin jika memang ketua DPD I sekarng mengundurkan diri," pungkas Kairupan. (hem)
• Pengamat Politik: Para Sesepuh Ingin Mengembalikan Citra dan Elektabilitas Partai Golkar
• Niat, Tata Cara dan Doa Sholat Dhuha
• Lowongan Kerja Terbaru Kawan Lama Group, Cari Banyak Posisi, Simak Ini Syarat dan Link Resminya
• Perekam Video Penembakan Brutal di Supermarket Colorado Berteriak: Ada Penembak, Pergi Menjau