Kecelakaan Maut Manado
5 Fakta Satu Keluarga yang Alami Kecelakaan Maut di Jalan Pulau Sulawesi, Korban di Mata Kerabat
Ada banyak fakta menarik di balik peristiwa kecelakaan maut yang dialami satu keluarga di Jalan Pulau Sulawesi, Kelurahan Batu Kota.
Penulis: Alexander Pattyranie | Editor: Alexander Pattyranie
Manado,TRIBUNMANADO.CO.ID - Ada banyak fakta menarik di balik peristiwa kecelakaan maut yang dialami satu keluarga di Jalan Pulau Sulawesi, Kelurahan Batu Kota, Kecamatan Malalayang, Manado, Sulawesi Utara.
Fakta-fakta menarik ini dirangkum editor tribunmanado.co.id untuk pembaca setia.
TONTON JUGA :
Berikut 5 Fakta Satu Keluarga yang Alami Kecelakaan Maut :
1. Terjadi Jelang Tengah Malam
Kejadian nahas menimpa pengendara motor di Jalan Pulau Sulawesi, Kelurahan Batu Kota, Kecamatan Malalayang, pada Selasa (23/3/2021) sekitar pukul 23.00 Wita malam.
Korban mengendarai sepeda motor Yamaha Vega warna putih menabrak tembok di persimpangan.
Kecelakaan lalu lintas tersebut merupakan satu keluarga dengan marga Kel Sinadia-Molintou.
Ketiganya diketahui meninggal di tempat akibat peristiwa kecalakaan tersebut.
Foto : Ketiga korban semasa hidup. (Facebook)
Dalam peristiwa ini, tiga nyawa melayang.
Kecelakaan maut tersebut mengakibatkan pengendara dan dua penumpangnya meninggal dunia, satu di antaranya adalah seorang balita.
Diketahui, balita yang turut menjadi korban masih berusia dua tahun.
3. Viral di Media Sosial
Kejadian kecelakaan ini sempat viral di media sosial.
Terutama di grup-grup Facebook warga Kota Manado bahkan Provinsi Sulawesi Utara.
Status facebook ucapan belasungkawa banyak dibagikan orang-orang yang mengenal korban yang meninggal dalam kecelakaan ini.
4. Kronologi Kecelakaan
Kepala Satuan Lalulintas Kompol Benyamin Undap saat dikonfirmasi mengatakatan korban dari kecelakaan merupakan sepasang suami istri bernama Hizkia Sinadia (30) dan Alfina Regina Citra (22) serta sorang balita berusia dua tahun.
"Ya benar semalam ada kecelakaan di Kelurahan Batu Kota yang menewaskan satu keluarga," ucapnya.
Kasatlantas mengatakan bahwa kendaraan sepeda motor Yamaha Vega dengan nomor polisi DB 3936 AV yang dikemudikan oleh Hizkia tiba-tiba mengalami gangguan pada rem kendaraan.
"Kecelakaan tersebut diakibatkan karena rem dari kendaraan yang dikendarai mengalami blong atau malfungsi, sehingga di saat kendaraan menuruni tanjakan maka kecepatan kendaraan tidak terkendali.
Kemudian korban bersama kedua penumpangnya menabrak tembok yang berada di pertigaan jalan tersebut," pungkasnya.
Kini korban telah dibawa ke rumah duka yang berada di Kelurahan Bahu lingkungan 1, Kecamatan Malalayang untuk disemayamkan.
5. Sosok Pasangan Hizkia & Alfina di Mata Keluarga dan Kerabatnya
Foto : Rumah duka Kecelakaan Maut di Batu Kota Manado. (Tribun manado / Andreas Ruaw)
Peristiwa kecelakaan lalu lintas yang menimpa sepasang suami istri beserta anaknya yang masih balita meninggalkan luka yang mendalam bagi keluarga dan orang-orang terdekatnya.
Salah satunya Meine Kindangen (35) yang merupakan orang tua dari Alfina Regina Citra Molintao (22).
Ibu dua orang anak ini tidak menyangka bahwa putrinya menjadi korban kecelakaan tragis di Jalan Pulau Sulawesi, Kelurahan Batu Kota.
"Saya diberitahu oleh seorang warga yang menelepon dari nomor yang ditemukannya di jasad anak saya, dikatakan bahwa sepasang suami istri bersama anak balita menjadi korban kecelakaan tunggal dan telah dibawa ke RSUP Prof Kandouw Manado," katanya, Rabu (24/3/2021).
Ia mengatakan bahwa yang paling membuatnya terpukul yaitu informasi yang menyatakan bahwa ketiganya meninggal dunia.
"Sempat syok waktu mendengarnya, merasa tidak percaya dan sangat terpukul. Saya tidak habis pikir kenapa hal itu bisa terjadi dan dialami pula oleh seorang balita," tandasnya.
Meine mengaku sebelumnya sempat berkomunikasi secara normal dengan ketiga korban kecelakaan itu, terutama ketika cucunya yang masih berusia dua tahun itu berkunjung ke rumahnya yang ada di Winangun.
"Memang hampir tiap hari anak saya yang bernama Alfina ini sering berkunjung ke rumahnya yang ada di Winangun, tiap hari juga suaminya selalu mengantar jemput istri dan anaknya itu," ungkapnya.
Hingga pada satu malam terjadi peristiwa ini, lanjutnya, "kondisi cuaca sedang bagus, tidak ada tanda-tanda hal buruk yang akan terjadi, tidak ada rasa khawatir sedikitpun semuanya berjalan normal.
Tapi ya itu, semuanya ada di tangan Tuhan, Tuhan yang memberi Tuhan pula yang mengambil, kita manusia tidak tahu akan rencana-Nya," ucap Meine.
Ia menambahkan, bahwa keduanya adalah pasangan yang harmonis, tidak ada masalah yang berarti yang dialami pasangan yang baru menjalani masa pernikahan selama tiga tahun ini.
"Suaminya bekerja di toko Central Teknik yang tiap hari selalu langsung pulang ke rumah bertemu dengan anak dan istrinya, selalu memenuhi kebutuhan keluarga, menjadi tulang punggung baik di keluarganya maupun keluarga orangtuanya," tambah dia.
Untuk kehidupan di dalam pergaulannya, almarhum merupakan sosok yang tidak suka mencari masalah dan sangat akur dengan teman-temannya.
"Kami sungguh merasa menyesal, anak-anak beserta cucu dan cicit kami bisa pergi secepat itu," ujar Meine.
(tribunmanado.co.id/Alp/Andreas Ruauw)
BERITA PILIHAN EDITOR :
Baca juga: Bocah 7 Tahun Tewas Ditembak Junta Militer Myanmar di Rumahnya, Demonstran Disebut Sebabkan Anarki
Baca juga: Masih Ingat Ayana Moon? Mantan Artis Korea yang Kini Mualaf, Dijodohkan Dengan UAS, Begini Kabarnya
Baca juga: Satu Warga Meninggal Dunia Usai Divaksin, Alami Gejala Ini, Dinkes Langsung Turunkan Tim Investigasi
TONTON JUGA :
Artikel ini telah tayang di tribunmanado.co.id dengan judul Kronologi Kecelakaan Maut yang Menimpa Satu Keluarga Asal Bahu Kota Manado, Berawal dari Rem Blong
Penulis: Andreas Ruauw
Editor: Rizali Posumah