Kesehatan

Makanan Manis Bikin Kecanduan, Mengapa Begitu?

Ironisnya, setiap kali mengonsumsi makanan manis, kita akan berulang kali mengaktifkan sistem di dalam otak dan dopamin dilepaskan

Editor: Finneke Wolajan
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi makanan manis 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Konsumsi gula berlebihan aalah ancaman kesehatan.

Namun gula tetap perlu untuk menjalankan fungsi otak.

Kadar glukosa yang rendah dalam darah, khususnya bagi penderita hipoglikemia, dapat memicu timbulnya gangguan pada otak.

Misalnya muncul kabut otak ( brain fog), membuat kita sering lupa dan tidak memiliki energi untuk melakukan aktivitas sehari-hari sehingga gampang mengantuk.

Ilustrasi mengkonsumsi  makananan mengandung gula tinggi
Ilustrasi mengkonsumsi makananan mengandung gula tinggi (kenh14.vn)

"Saat gula menyentuh lidah kita, ia mengaktifkan indera perasa tertentu yang mengirimkan sinyal ke otak, termasuk korteks serebral."

Begitulah penuturan Nicole Avena, Ph.D., asisten profesor ilmu saraf di Mount Sinai School of Medicine, yang menulis buku tentang kecanduan gula.

Kemudian, sinyal tersebut mengaktifkan sistem di dalam otak dan melepaskan zat kimia dopamin, yang membuat kita merasa nyaman.

"Sering kali, ketika kita makan sesuatu yang baru dan enak, dopamin dilepaskan saat kita pertama kali mencicipinya," jelasnya.

Meski begitu, menurut dia, tidak semua makanan dapat melepaskan dopamin.

Hanya makanan mengandung gula saja yang bisa.

Ini lebih seperti apa yang terjadi dengan mengonsumsi narkoba. 

Alhasil, efek dari pelepasan dopamin ini membuat kita kecanduan.

Itulah sebabnya, orang-orang sangat menyukai makanan manis.

Saat ini, makanan manis sangat mudah didapatkan.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved