Breaking News:

Tribun Travel

Menengok Masa Lalu di Gereja Malak Tua: Lonceng Jerman, Kursi Volskraad & Lampu Gas Kuno

Salah satu cagar yang unik adalah Gereja tua Malak di Desa Laikit, Kecamatan Dimembe, Kabupaten Minut.

TRIBUNMANADO/ANDREAS RUAUW
Gereja Tua Malak di Desa Laikit Minahasa Utara. 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Bicara pariwisata, Minut tak hanya tentang pantai dan bukit. Tapi juga Cagar Budaya

Salah satu cagar yang unik adalah Gereja tua Malak di Desa Laikit, Kecamatan Dimembe, Kabupaten Minut.

Gereja ini punya histori dan bangunan kuno beserta peninggalannya yang eksotik.

Gereja Tua Malak di Desa Laikit Minahasa Utara.
Gereja Tua Malak di Desa Laikit Minahasa Utara. (tribunmanado.co.id/Arthur Rompis)

Memasukinya, bak melalui lorong waktu yang menuntun siapapun kembali ke masa-masa awal kekristenan di tanah Minahasa

Gereja itu masih mempertahankan bentuk aslinya seperti kala ditahbiskan pada 1927.

Bangunannya berbahan dasar kayu, dengan bentuk mirip gereja di pedesaan Amerika yang bergaya ranch, berpadu dengan gaya bangunan Minahasa kuno.

Benda-benda kuno ada di dalam gereja itu. Ada mimbar berbentuk datar, kursi mirip di ruang volskraad zaman Belanda dulu, lampu kuno yang biasa menggunakan gas, serta lonceng peninggalan Belanda.

Lonceng ini bunyinya sangat keras hingga bisa menjangkau tiga desa.

Seng kuno juga masih terpasang. Beberapa bagiannya lubang-lubang. Itu bekas lubang tembakan pesawat di masa permesta.

Tak hanya benda kuno itu, semua yang ada dalam gereja seolah bicara mengenai masa lalu; pintu, jendela, plafon, tangga, cat putih hijau serta tata letak kursi yang memisahkan jemaat dan majelis. Satu satunya yang modern hanyalah ubin.

Halaman
123
Penulis: Arthur_Rompis
Editor: Rizali Posumah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved