Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kecelakaan Maut

Kecelakaan Maut, Tanjakan Cae Kerap Memakan Korban, Sebelumnya Bus kini Truk, Apa Penyebabnya?

Tanjakan Cae di Kecamatan Wado, Sumedang, Jawa Barat, menjadi salah satu titik yang kerap memakan korban.

Editor: Fistel Mukuan
Kecelakaan tunggal kembali terjadi di Tanjakan Cae, Jalan Raya Malangbong-Wado, Dusun Cilangkap, Desa Sukajadi, Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang, Selasa (16/3/2021) dini hari. 

Tercatat, Pada tahun 1980 silam di tempat yang sama pernah terjadi kecelakaan yang melibatkan group kesenian calung dan menelan korban jiwa.

Lalu pada tahun 2012 kecelakaan yang sama  terjadi ketika bus Maju Jaya jurusan Tasikmalaya - Cikampek terperosok hingga menyebabkan  12 orang meninggal dunia dan 26 orang luka-luka.

Menurut saksi mata, bus menggelinding jatuh ke jurang dalam kondisi mesin mati.

Sopir bus Sofian alias Asep kemudian ditetapkan sebagai tersangka.

Korban Selamat Kecelakaan Bus Maut di Tanjakan Cae Wado Sumedang, Kebanyakan Patah Tulang

Korban selamat dari kecelakaan Bus Pariwisata Sri Padma Kencana yang terjun ke jurang di Tanjakan Cae, Jalan Raya Malangbong-Wado, Dusun Cilangkap, Desa Sukajadi, Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang, kebanyakan mengalami patah tulang.

Untuk korban selamat yang jumlahnya 36 orang, sejak pertama kejadian langsung mendapat perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sumedang, sedangkan 29 korban meninggal dunia langsung dibawa ke daerahnya masing-masing di Subang.

"Kebanyakan korban yang dirawat itu, mengalami patah tulang pada anggota tubuhnya," ujar Humas RSUD Sumedang, Dahlan Indrayana saat ditemui, Selasa (16/3/2021).

Untuk korban yang mengalami patah tulang, kata dia, perawatannya tergantung kondisi tubuhnya, sehingga jika kondisi tubuhnya baik, maka pemulihannya pun akan semakin cepat.

"Kalau perawatannya sekitar lima hingga enam hari, tapi mungkin kalau untuk pemulihan tulang tergantung bagaimana kondisi tubuhnya," katanya.

Ase Hidayat (44) orangtua korban yang anaknya selamat mengatakan, akibat kecelakaan itu kedua anaknya yang bernama Davita Nisa Nurhidayah (7) dan Fahira Nurhidayah (10) mengalami patah tulang dan luka pada kepala.

"Kakaknya patah tulang besar pada kaki, kalau adiknya ada retakan pada kepala karena benturan," kata Ase.

Ia mengatakan, untuk Fahira yang mengalami patah tulang sudah diizinkan pulang karena kondisinya sudah berangsur pulih, sedangkan untuk adiknya masih perlu mendapat perawatan.

"Kakaknya sudah bisa pulang, sekarang tinggal membereskan administrasinya," ucapnya.

Ace bersyukur, meski dirinya dan kedua anaknya mengalami kecelakaan maut, tetapi masih bisa selamat dan bisa menyelamatkan kedua anaknya.

"Waktu itu saya dan anak duduk di deretan kursi dua, pas pintu mobil bagian belakang," kata Ase.

Artikel ini telah tayang di tribunjabar.id dengan judul Korban Selamat Kecelakaan Bus Maut di Tanjakan Cae Wado Sumedang, Kebanyakan Patah Tulang, https://jabar.tribunnews.com/2021/03/16/korban-selamat-kecelakaan-bus-maut-di-tanjakan-cae-wado-sumedang-kebanyakan-patah-tulang

Artikel ini telah tayang di Tribunsolo.com dengan judul Kembali Terjadi Kecelakaan di Tanjakan Cae Sumedang, Kali Ini Truk Terguling, Mesin Tiba-tiba Mati, https://solo.tribunnews.com/2021/03/16/kembali-terjadi-kecelakaan-di-tanjakan-cae-sumedang-kali-ini-truk-terguling-mesin-tiba-tiba-mati?page=all

infotmasi lain terkait Kecelakaan Maut

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved