Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Vaksinasi Covid

Vaksin Ini Terbukti Cegah Covid Hanya Satu Suntikan, Direkom 27 Negara Uni Eropa, AS Pesan 100 Juta

27 negara yang tergabung dalam Uni Eropa melalui Badan Obat-obatan Eropa (EMA) memberikan lampu hijau pada vaksin Covid-19

Editor: Aldi Ponge
Associated Press
Penggunaan vaksin Johnson & Johnson (J&J) didukung oleh Pusat Pengendalian dan Penyakit AS. Pengiriman vaksin J&J ke beberapa negara bagian di AS akan dilakukan minggu depan. 

J&J menyatakan telah berkomitmen untuk menyediakan sebanyak 200 juta dosis vaksin yang telah dipesan oleh Uni Eropa mulai kuartal kedua tahun ini.

Uni Eropa juga dapat membeli lebih banyak vaksin di kemudian hari.


(FOTO: Seorang petugas medis Dinas Kesehatan Kota Bandung menyuntikkan vaksin Covid-19 Sinovac dosis pertama kepada pekerja/pedagang pada pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di 23 Paskal Shopping Centre, Jalan Pasirkaliki, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (3/3/2021). Pemerintah Kota Bandung mulai melakukan vaksinasi Covid-19 tahap kedua kepada para pekerja dan pedagang di pusat perbelanjaan atau mal yang masuk kategori pelayanan publik, sebagai bentuk konkret dalam menjaga kedinamisan kegiatan perdagangan. Kegiatan vaksinasi Covid-19 tahap kedua dosis pertama di mal ini diberikan kepada 200 pelayan yang bertugas langsung dengan publik./Tribun Jabar/Gani Kurniawan)

Eropa mencatat 1 juta kasus Covid-19 baru pekan lalu. Jumlah ini meningkat 9% dari pekan sebelumnya.

Badan Kesehatan Dunia WHO menuding, kenaikan ini terutama terjadi karena adanya sejumlah varian virus baru, termasuk varian yang pertama kali teridentifikasi di Inggris dan 50% lebih menular.

Sebuah studi besar-besaran di 3 benua menemukan bahwa vaksin J&J 85% efektif dalam mencegah terjadinya penyakit parah, rawat inap dan kematian.

Perlindungan yang diberikan vaksin ini tetap kuat bahkan di negara seperti Afrika Selatan, yang varian virusnya kurang rentan terhadap vaksin lain, termasuk vaksin buatan AstraZeneca.

Vaksin J&J dapat disimpan dalam suhu kulkas normal, sama seperti vaksin AstraZeneca, hingga lebih mudah digunakan ketimbang vaksin buatan Pfizer dan Moderna yang membutuhkan penyimpanan pada suhu super dingin.

Vaksin J&J menggunakan virus dingin seperti virus kuda Troya untuk membawa gen virus corona ke dalam tubuh, dan sel-sel akan menyalin protein yang tidak berbahaya untuk memperkuat sistem kekebalan jika virus yang sebenarnya datang.

Teknologi pembuatan vaksin ini sama dengan yang digunakan untuk membuat vaksin Ebola dan serupa dengan vaksin Covid-19 buatan AstraZeneca dan CanSino Biologics dari China.

J&J juga tengah mengupayakan pengesahan penggunaan darurat di Inggris dan oleh WHO. Tahun ini, J&J berharap dapat memproduksi vaksin sebanyak 1 milyar dosis.

Penggunaan vaksin J&J juga sudah disetujui di Bahrain dan Kanada.

J&J juga telah mengalami penundaan produksi di AS dan Eropa.

Namun, baru-baru ini J&J telah menandatangani perjanjian dengan perusahaan farmasi rivalnya untuk membantu memproduksi vaksin J&J.

Pada Februari lalu, Sanofi Pasteur menyatakan sanggup memproduksi 12 juta dosis vaksin J&J di salah satu pabriknya di Prancis jika vaksin ini sudah disahkan oleh EMA.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved