Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Sulut

Direct Call ke Singapura, Waktu Lebih Cepat, Hemat Biaya Logistik hingga 32 Persen

Pengiriman perdana dilakukan Senin (08/03/2021) dari Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado.

Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Rizali Posumah
tribunmanado.co.id/Fernando Lumowa
Pelepasan direct call perdana ke Singapura dari Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado, Senin (08/03/2021). 

Manado, TRIBUNMANADO.CO.ID - Sulut berhasil membuka pintu ekspor langsung (direct call) ke Singapura.

Pengiriman perdana dilakukan Senin (08/03/2021) dari Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado.

Dirjen Bea Cukai RI, Heru Pambudi mengatakan, ekspor langsung adalah jalan keluar untuk mendapatkan harga yang kompetitif.

Untuk ekspor ke Singapura dari Manado, kata Heru bisa menghemat waktu.

"Hanya 3,5 jam saja. Sebelumnya bisa 8 hingga 11 jam," ujar Heru yang membawakan sambutan secara virtual dari Jakarta.

Heru bilang, Manado adalah tulang punggung ekspor langsung komoditas perikanan dan pertanian di Indonesia timur.

"Kami komitmen menjaga direct call ini. Karena itu harus dipastikan agar sisi permintaan dan pemenuhan bisa rerjaga," katanya.

Sementara, Kepala Bea Cukai Sulawesi Bagian Utara, Cerah Bangun mengungkapkan, pada ekspor perdana ini, berhasil dikirim 4,2 ton komoditas perikanan dan pertanian.

Pelepasan direct call perdana ke Singapura dari Bandara Internasional Sam Ratulangi Manado, Senin (08/03/2021).
Kepala Bea Cukai Sulbagtara, Cerah Bangun didampingi Kepala KPP BC Manado, M. Anshar, Senin (08/03/2021). (tribunmanado.co.id/Fernando Lumowa)

"Untuk tahap awal, ekspor langsung seminggu sekali setiap Senin. Kita menggunakan pesawat kargo," ujar Cerah yang didampingi Kepala KPP BC Manado, M. Anshar.

Selain pengiriman bisa lebih cepat, direct call menjamin terjaganya kualitas produk yang dikirim

"Eksportir akan diuntungkan dengan menurunya biaya logistik dengan perkiraan sebesar 28 hingga 32 persen," jelasnya.

Besarnya penurunan biaya logistic ini tentu saja akan berpengaruh terhadap daya saing produk Sulut di Singapura.

M. Anshar menambahkan, setelah terbukanya direct call diharapkan bisa diikuti dengan peningkatan volume pengiriman.

Begitu juga, jumlah penerbangan bisa diperbanyak. Tidak hanya satu kali satu minggu.

Selain itu, harapannya bisa terbentuk  interkoneksi yang menghubungkan bandara Sam Ratukangi dengan bandara di Indonesia timur dan tengah seperti Makasar, Gorontalo, Ternate, Luwuk, Ambon dan Sorong.

Mahasiswa Bakal Divaksin Covid-19, Kemendikbud Sebut Diberi secara Gratis, Termasuk Para Pendidik

PERINGATAN DINI Cuaca Esktrem Selasa 9 Maret 2021, BMKG: Potensi Hujan Lebat dan Gelombang Tinggi

Zodiak Paling Beruntung Minggu Ini 8-14 Maret 2021, Pisces Seperti Cahaya dalam Gelap, Zodiakmu?

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved